Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Tak Hanya Bike To Work, DLH Bondowoso Juga Bike For Work

Redaksi
652
×

Tak Hanya Bike To Work, DLH Bondowoso Juga Bike For Work

Sebarkan artikel ini
bike
Jajaran DLH Bondowoso saat Bike for work di area alun-alun RBA KI Ronggo.

Bondowoso, sinar.co.id,- Jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso, laksanakan monitoring dengan bersepeda ke sejumlah titik Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai upaya tingkatkan tugas pokok dan fungsi serta menterjemahkan Surat Edaran (SE) Bupati tenteng imbauan bike to work🏷️ atau bersepeda ke tempat kerja, pada Kamis, (31/07/2025).

Disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati DLH Bondowoso, Syahrial Fary, dalam menterjemahkan SE Bupati terkait “Bike To Work”, pihaknya bukan hanya melaksanakan bersepeda dari rumah ke kantor melainkan, juga bersepeda untuk keperluan atau dalam rangka menjalankan tugas pekerjaan atau “Bike For Work”.

Kami juga bersepeda dalam melaksanakan kegiatan bagian daripada tugas-tugas rutin kita dengan melakukan monitoring sosialisasi dan edukasi di objek-objek yang merupakan kewenangan daripada DLH,” katanya.

Baca Juga :   “Siapa Farhan?” Nama Misterius di Balik Dugaan Jual-Beli Kerja Program MBG Bondowoso

Cakupan Bike For Work

Adapun cakupan monitoring yang dilakukan dengan “Bike For Work” kali ini meliputi, 5 titik RTH di area zona kota dari start kantor DLH menuju ke taman Adipura lanjut ke taman PJKA di depan stasiun kemudian, ke taman Pasar Induk, RTH utama di alun-alun dan bergeser ke taman Magenda di area Stadion.

Nah kebetulan, menurutnya, di titik taman pasar induk pihaknya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat karena, didapati sejumlah oknum masyarakat yang melakukan aktifitas jual beli secara ekonomi di ruang terbuka hijau yang secara aturan memang tidak boleh.

Baca Juga :   Belasan Gunungan Palawija Menjadi Simbol Gelar Sedekah Bumi di Curahdami

Sehingga kita memberikan edukasi saat mereka berkumpul dan di situ mereka memahami bahwa apa yang dilakukan mereka itu kurang tepat sehingga, kita juga memberikan arahan untuk melakukan aktivitas itu tidak di fasilitas-fasilitas publik seperti di taman kota,” ujarnya.

Syahrial Fary, menyebut, karena secara estetika tidak baik dan juga akan menimbulkan persepsi yang tidak bagus daripada masyarakat ketika, taman dijadikan tempat transaksi jual beli.

bike
sosialisasi DLH di taman Pasar Induk Bondowoso

Sementara, lanjutnya, tugas monitoring ini memang merupakan tugas rutin yang sebelumnya biasa dilaksanakan dengan mengendarai motor atau mobil dinas.

Baca Juga :   PDAM Bondowoso Tidak Merugi, Samsul Hadi: Itu Hanya Alibi Tutupi Kesalahan

Nah ini kan memang ada tambahan inovasi untuk melakukan bersepeda dan ternyata, memang lebih mengasyikan. Karena di satu sisi, kita bisa lebih detail melihat perkembangan-perkembangan yang ada sekaligus kita melakukan sosialisasi bahwa, kita pun bisa melakukan kegiatan bersifat ramah lingkungan dengan melakukan bersepeda,” urainya.

Diketahui, tugas monitoring, sosialisasi dan edukasi dari DLH Bondowoso kali ini juga dalam rangka persiapan beragam kegiatan menyambut HUT RI dan Hari Jadi Bondowoso.🏷️

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp