Scroll untuk membaca artikel
SejarahDaerah

Begini Misteri Tirakat Ki Ronggo Hingga Membuahkan Tanggal Harjabo

3873
×

Begini Misteri Tirakat Ki Ronggo Hingga Membuahkan Tanggal Harjabo

Sebarkan artikel ini
Dalam rangka peringatan Hari Jadi Bumi Bondowoso (Harjabo) ke-204, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso gelar acara rutin tahunan tasyakuran di makam Ki Ronggo pada
Jajaran Forpimda bersama keluarga besar Ki. Ronggo
Dalam rangka peringatan Hari Jadi Bumi Bondowoso (Harjabo) ke-204, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso gelar acara rutin tahunan tasyakuran di makam Ki Ronggo pada
Jajaran Forpimda bersama keluarga besar Ki. Ronggo

Bondowoso, Sinar.co.id – Dalam rangka peringatan Hari Jadi Bumi Bondowoso (Harjabo) ke-204, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso gelar acara rutin tahunan tasyakuran di makam Ki Ronggo pada Selasa, (15/08/2023).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua MUI, KH Asy’ari Fasha, LC, Ketua DPRD, H. Ahmad Dhafir, SH, Keluarga Besar RBA Ki Ronggo, Tokoh agama Forkompinda dan pimpinan OPD.

Begini Misteri Tirakat Ki Ronggo Hingga Membuahkan Tanggal Harjabo

Klick Juga Video Terkait di Bawah ?

https://vt.tiktok.com/Video/@The_Journalist/Harjabo204

Keluarga Raden Bagus Asra (RBA) Ki Ronggo, Supriadi, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas hadirnya para undangan.

https://www.facebook.com/reel/@the_journalist7/harjabo204

“Saya mewakili keluarga besar Raden Bagus Asra Ki Ronggo satu Bondowoso mengucapkan terimakasih yang tiada batas kepada para hadirin yang hadir memenuhi undangan panitia Harjabo yang ke-204,” ungkap Supriadi.

Dalam kesempatan itu, Supriadi membeberkan bahwa Harjabo jatuh pada tanggal 17/08/1819. Dia juga menuturkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa pahlawan dan leluhurnya.

“Oleh karena itu sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada bapak dan ibu semua yang hadir pada hari ini,” tuturnya.

Supriadi menceritakan kisah perjuangan RBA Ki Ronggo saat membabat Bondowoso.

“Pada tanggal 17 Agustus, sebelum ada makam, disini adalah tempat tirakatnya Raden Bagus Asra. Di makam ada bantal dari batu,” jelas Supriadi.

Tirakat yang dilakukan Raden Bagus Asra, lanjutnya, berupa puasa selama 41 hari. Setelah 41 hari Raden Bagus Asra mendapatkan petunjuk bahwa Harjabo diminta dilaksanakan pada hari ibadah orang Islam sehari semalam.

“Ibadahnya orang Islam yang wajib sehari semalam adalah 17 raka’at dan turunnya Al Qur’an bertepatan dengan 17 Ramadhan. Waktu itu persis bertepatan dengan bulan Agustus. Jadi diambillah kesimpulan Harjabo jatuh pada tanggal 17 Agustus 1819,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Drs. KH Salwa Arifin mengatakan bahwa perayaan Harjabo merupakan agenda penting yang tidak boleh dilupakan.

“Harjabo ini penting bagi kita. Bondowoso sudah berusia 204 tahun. Bayangkan bagaimana perjuangkan Raden Bagus Asra ketika beliau membabat kota tape ini,” pesan Kyai Salwa, sapaannya.

Pihaknya berharap, peringatan Harjabo bukan hanya dilaksanakan secara seremonial, namun juga bisa mengambil makna dari perjuangan Ki Ronggo.

“Termasuk mengenal, meneladani dan menghargai jasa pendahulu kita,” kata Bupati. Orang nomor satu di Bondowoso itu menambahkan, tidak mudah dalam membangun Bondowoso.

“Diperlukan usaha batin. Bahwa usaha berjuang dalam membangun tidak cukup memakai otak dan intelektual, tapi juga harus diimbangi dengan usaha batin,” urainya.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh Raden Bagus Asra dalam bertirakat sangatlah benar.

“Karena tujuannya untuk dipermudah urusannya oleh Allah SWT dalam membangun Bondowoso,” pungkasnya.

Ikuti update berita terbaru di Google News sinar.co.id


Baca Juga :   Gubernur Jatim Stabilitas Harga Bahan Pokok Dengan Pasar Murah di Bondowoso

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page