Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Harapan Baru di Tengah Tekanan Ekonomi: Dari Dapur Hotel Berbintang ke Program MBG

Redaksi
331
×

Harapan Baru di Tengah Tekanan Ekonomi: Dari Dapur Hotel Berbintang ke Program MBG

Sebarkan artikel ini
tengah
47 Karyawan SPPG Tegalampel Magdalena ABK Group saat Validasi Pemantapan (17/04)

Bondowoso, sinar.co.id,- Di tengah kondisi ekonomi yang kian menantang, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tegalampel menjadi angin segar bagi puluhan warga. Setelah pengumuman kelulusan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegalampel Mitra Mandiri Magdalena ABK Group menggelar tahapan validasi pemantapan bagi 47 karyawan terpilih.

Kegiatan yang berlangsung di SPPG Sekarputih ini bukan sekadar proses administratif, melainkan momentum penting bagi para pekerja yang sebelumnya bergulat dengan ketidakpastian ekonomi.

Salah satunya adalah Siti Kholifah, warga setempat yang memiliki sertifikasi BNSP sebagai cook/chef nasional. Sebelum bergabung dalam program MBG, Siti harus berpindah-pindah kerja sebagai chef di sejumlah hotel berbintang di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Mobilitas tinggi itu tak selalu sebanding dengan kestabilan ekonomi keluarga.

Baca Juga :   Sopir Truck Warga Probolinggo Hilangkan 2 Nyawa di Bondowoso

Kini, peluang bekerja dekat rumah memberi harapan baru. Selain mengurangi beban biaya dan jarak, pekerjaan ini dinilai lebih pasti dalam membantu memenuhi kebutuhan keluarga di tengah harga bahan pokok yang terus meningkat.

“Program ini sangat membantu kami. Di saat kondisi ekonomi sulit dan harga kebutuhan naik, keberadaan MBG benar-benar terasa manfaatnya,” ungkapnya.

Fenomena serupa juga dirasakan sebagian besar karyawan lain. Dari total 47 pekerja yang diterima, sekitar 60 persen atau 27 orang merupakan warga sekitar Tegalampel. Hal ini menunjukkan program MBG turut menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya bagi masyarakat yang terdampak efisiensi anggaran dan perlambatan ekonomi.

Baca Juga :   Forkopimda Bondowoso Antisipasi Potensi Gorila El Nino 2024

Owner SPPG Tegalampel, Lina Tripuspita Sudarmo Putri, menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik titipan maupun pungutan liar. Ia bahkan membuka ruang pelaporan bagi karyawan jika menemukan indikasi pelanggaran.

“Sejak awal kami tekankan, proses ini harus bersih. Program MBG bukan pekerjaan ringan, sehingga semua harus sesuai aturan dan juknis yang berlaku,” tegasnya.

Tak hanya itu, pada tahap validasi ini pihak manajemen juga memberikan kesempatan bagi karyawan yang merasa tidak sanggup untuk mengundurkan diri secara sukarela, demi menjaga kualitas layanan ke depan.

Baca Juga :   Haul ke-5 Pendiri Ponpes Nurul Falah: Merawat Cahaya Ilmu dan Akhlaq dari Bumi Binakal
tengah
Owner SPPG Tegalampel Magdalena ABK. Group, Lina Tripuspita Sudarmo Putri (tengah) saat dikonfirmasi usai validasi pemantapan (17/04)

Di tengah Tekanan Ekonomi

Di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, kehadiran program MBG tidak hanya berfungsi sebagai layanan pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penopang ekonomi baru bagi warga. Bagi Siti dan puluhan pekerja lainnya, ini bukan sekadar pekerjaan—melainkan jalan untuk bertahan dan bangkit.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp