Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Bupati Bondowoso Pacu Penanganan Pascabanjir di Klabang: Dari Tanggap Darurat ke Pencegahan

Redaksi
391
×

Bupati Bondowoso Pacu Penanganan Pascabanjir di Klabang: Dari Tanggap Darurat ke Pencegahan

Sebarkan artikel ini
penanganan

Bondowoso, sinar.co.id,- Penanganan dampak banjir di Kecamatan Klabang kini bergerak ke fase yang lebih strategis. Tidak hanya fokus pada pemulihan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai memperkuat langkah pencegahan agar bencana serupa tidak kembali terjadi.

Langkah ini terlihat saat Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i turun langsung meninjau lokasi terdampak di Desa Wonoboyo, Senin (13/4/2026). Kunjungan tersebut menjadi sinyal bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada perbaikan, tetapi juga diarahkan pada mitigasi jangka panjang.

Didampingi Kepala Dinas BSBK Ansori, jajaran perangkat daerah, hingga pemerintah kecamatan dan desa, rombongan memantau sejumlah titik kritis yang sebelumnya terdampak luapan sungai. Kolaborasi lintas sektor ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam merespons bencana secara terpadu.

Baca Juga :   Lantang, Ketua DPRD Bondowoso Sangat Setuju Perampasan Aset Hingga Hukuman Mati

Bupati Abd Hamid Wahid menegaskan bahwa keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Namun, ia juga menekankan pentingnya percepatan penanganan infrastruktur sebagai langkah kunci menjaga stabilitas wilayah.

Penanganan Cepat dan Terukur

“Kami tidak ingin hanya reaktif. Penanganan harus cepat, tapi juga terukur agar ke depan lebih siap menghadapi potensi bencana,” ujarnya.

Baca Juga :   Samsat Bondowoso Perkuat Layanan Satling dan Payment Point, Permudah Wajib Pajak Bayar PKB

Sementara itu, Dinas BSBK memfokuskan penanganan pada empat titik paling rawan. Salah satu upaya utama adalah pemasangan bronjong di sepanjang aliran Sungai Gunung Putri, terutama di sekitar jembatan gapura yang berbatasan dengan Kabupaten Situbondo.

Ansori menjelaskan, pemasangan bronjong tidak sekadar solusi darurat, tetapi juga bagian dari upaya pengendalian aliran air agar tidak kembali meluap ke permukiman warga saat debit meningkat.

“Ini langkah gabungan—darurat sekaligus preventif. Tujuannya menahan arus dan mengurangi risiko banjir susulan,” jelasnya.

Baca Juga :   Mendadak, 5 Komisioner KPU Bondowoso Dilantik Terpisah

Dengan percepatan yang terus dilakukan, Pemkab Bondowoso menargetkan pemulihan infrastruktur dapat segera rampung. Di sisi lain, formulasi kebijakan jangka panjang juga tengah disiapkan sebagai bagian dari penguatan ketahanan daerah terhadap bencana hidrometeorologi.

Upaya ini menjadi bukti bahwa penanganan banjir di Klabang tidak hanya soal memperbaiki yang rusak, tetapi juga membangun sistem yang lebih tangguh untuk masa depan.

 

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp