Scroll untuk membaca artikel
Peristiwa

LAGI, 3 Pendaki Nekat Lawan Medan Gunung Kerincing Bondowoso, Berakhir Dievakuasi

Redaksi
727
×

LAGI, 3 Pendaki Nekat Lawan Medan Gunung Kerincing Bondowoso, Berakhir Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Kerincing

Bondowoso, sinar.co.id,- Pendakian tiga anak muda ke Gunung Kerincing, kawasan Pegunungan Argopuro🏷️ sisi timur Bondowoso🏷️, berujung pada operasi evakuasi setelah mereka diduga tersesat dan kehabisan logistik.

Ketiganya akhirnya ditemukan dalam kondisi hidup pada Rabu (19/8/2026) petang. Mereka masing-masing Steven (23) dan Adi (22), asal Bali, serta Eza (21), asal Solo, Jawa Tengah. Satu dari ketiganya mengalami luka ringan pada bagian tangan dan kaki.

Petugas gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan mulai bergerak melakukan evakuasi pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Enam jam kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB, ketiganya berhasil dibawa turun dan langsung mendapat pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Grujugan.

Kalaksa BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengatakan, ketiga pendaki tersebut diduga belum memiliki pengalaman pendakian yang memadai. Persiapan perjalanan yang minim disebut menjadi salah satu persoalan dalam insiden tersebut.

“Persiapan pendakiannya sangat minim,” kata Kristianto saat dikonfirmasi Rabu malam.

Baca Juga :   Puting Beliung Bondowoso Porak Porandakan 202 Rumah

Ironisnya, rombongan itu sebenarnya berangkat bersama seorang pemandu lokal bernama Dafa (17), warga Desa Sumber Pandan, Kecamatan Grujugan. Namun, di tengah perjalanan Dafa mengalami cedera pada kaki dan memilih membatalkan pendakian untuk kembali turun.

Dafa sempat mengajak ketiga pendaki tersebut ikut turun. Namun, ajakan itu tidak diikuti. Ketiganya tetap melanjutkan perjalanan meski akhirnya mengaku tidak mengetahui jalur dengan baik.

Keempatnya diketahui mulai mendaki pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB dengan tujuan Gunung Kerincing. Pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, Dafa turun karena cedera.

Sementara tiga pendaki lainnya terus melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan, mereka kemudian mengalami masalah hingga kehabisan logistik dan diduga tersesat.

“Mereka menginformasikan kepada Dafa yang berada di bawah bahwa mereka tersesat dan kehabisan logistik,” ujar Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Saat ditemukan, ketiganya memilih bertahan di titik koordinat sambil menunggu bantuan. Tim evakuasi tidak hanya membawa perlengkapan penyelamatan, tetapi juga membawa logistik untuk memastikan kebutuhan dasar para pendaki terpenuhi selama proses evakuasi.

Baca Juga :   Diduga Hanyut Sungai Sampean Baru, Warga Sumenep Hilang di Bondowoso
Kerincing
ketiga pendaki saat mendapat batuan logistik sebelum dievakuasi turun.

Hingga proses evakuasi selesai, petugas masih belum memastikan secara mutlak apakah ketiganya benar-benar tersesat sejak awal atau persoalan utama bermula dari kehabisan logistik. Namun, berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, ketiganya mengaku tidak mengetahui jalur perjalanan.

Sudah Diperingatkan, Jalur Kerincing Belum Legal untuk Pendakian

Di balik keberhasilan evakuasi tersebut, terdapat persoalan yang menjadi perhatian serius. Jalur Gunung Kerincing yang berada di kawasan Pegunungan Argopuro sisi timur Bondowoso disebut belum menjadi jalur pendakian legal yang dibuka pemerintah daerah.

Medannya dikenal cukup ekstrem. Selain itu, kesiapan sistem penyelamatan atau rescue di jalur tersebut juga belum memadai, sementara pengelolaan oleh masyarakat setempat belum sepenuhnya siap.

Karena itu, aparat mengimbau masyarakat yang hendak mendaki gunung di Bondowoso agar tidak sembarangan memilih jalur.

Baca Juga :   Isteri Gus Dur, Nyatakan Bondowoso Tidak Ada Kemajuan

Pendaki diminta menggunakan jalur resmi yang memang telah dibuka dan dikelola, sekaligus memastikan kesiapan fisik, perlengkapan, logistik, serta pengetahuan mengenai medan sebelum berangkat.

Kasus tiga pendaki ini menjadi pengingat bahwa berada di kawasan pegunungan bukan sekadar persoalan mencapai puncak. Salah memilih jalur, minim persiapan, dan mengabaikan kondisi medan dapat berubah menjadi persoalan keselamatan yang membutuhkan operasi evakuasi.

Meski sempat membuat petugas bergerak melakukan pencarian dan evakuasi, tiga pendaki asal Bali dan Solo tersebut akhirnya berhasil ditemukan selamat. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dijemput keluarga yang telah menunggu di Puskesmas Grujugan.

Pegunungan Argopuro sendiri membentang di wilayah empat kabupaten, yakni Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, dan Jember. Kawasan pegunungan dengan medan yang beragam tersebut tetap membutuhkan kewaspadaan tinggi, terutama bagi pendaki yang belum berpengalaman.

 

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id/

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp