Bondowoso, sinar.co.id Perjuangan Tim SAR Gabungan mengevakuasi dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Punggung Naga Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, masih berlangsung hingga Rabu wage (5/8/2026) sore. Beratnya medan serta cuaca yang tidak bersahabat menjadi tantangan utama dalam proses penyelamatan yang penuh risiko.
Hingga Sore Hari Jenazah Masih Dalam Proses Evakuasi
Hingga pukul 16.49 WIB, petugas belum berhasil mengangkat kedua jenazah dari dasar jurang. Operasi evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat lokasi korban berada di kawasan tebing curam yang memiliki tingkat bahaya tinggi bagi personel penyelamat.
Sebelumnya, kedua korban ditemukan pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 12.13 WIB di koordinat 07°56′28,38″ LS dan 113°43′56,26″ BT. Posisi korban berada sekitar 170 meter dari dasar jurang dengan heading 76 derajat ke arah tenggara. Tim SAR mendapati keduanya berada di dasar tebing dengan kemiringan sekitar 40 derajat dan kedalaman kurang lebih 60 meter, sehingga proses evakuasi harus menggunakan teknik vertical rescue.
Korban Maliya Finda (51), serta Irfan Nasrul Laili (35), diduga terjatuh di jalur ekstrem Punggung Naga yang selama ini dikenal memiliki kontur sempit, curam, dan berisiko tinggi bagi para pendaki.
Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan kekuatan besar dari berbagai unsur. Tim Rescue Pos SAR Jember bersama personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi bekerja berdampingan dengan BPBD Kabupaten Bondowoso, TNI, Polri, Brimob, PMI, APGI, Wanadri, relawan SAR, komunitas pecinta alam, hingga warga sekitar.
Berbagai peralatan khusus turut diterjunkan untuk mendukung operasi, mulai dari Rescue Car Type II, perlengkapan jungle rescue, peralatan mountaineering, perangkat medis, sistem komunikasi lapangan, hingga drone untuk memantau kondisi lokasi dari udara.
Meski menghadapi cuaca yang berubah-ubah dan medan yang sangat terjal, semangat para personel penyelamat tidak surut. Mereka terus berupaya membuka akses paling aman agar kedua korban dapat dievakuasi tanpa menambah risiko bagi tim di lapangan.
Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim SAR Gabungan tetap berupaya menembus sulitnya medan dengan mengedepankan keselamatan personel, sembari berharap kondisi cuaca segera membaik agar kedua jenazah dapat segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.












