Scroll untuk membaca artikel
Peristiwa

Evakuasi Dramatis Gunung Piramid Tuntas, Kalaksa BPBD Bondowoso: Keselamatan Personel Menjadi Prioritas Utama

Redaksi
735
×

Evakuasi Dramatis Gunung Piramid Tuntas, Kalaksa BPBD Bondowoso: Keselamatan Personel Menjadi Prioritas Utama

Sebarkan artikel ini
evakuasi

Bondowoso, sinar.co.id,- Operasi pencarian dan evakuasi dua korban di kawasan Gunung Piramid, Desa Tegal Tengah, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, resmi dinyatakan selesai pada Rabu (5/8/2026). Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dari medan yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi dengan tebing curam, jalur sempit, dan kabut tebal yang menyelimuti kawasan pegunungan.

Proses Evakuasi

Proses evakuasi dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 20.00 WIB. Selama hampir 13 jam, puluhan personel dari berbagai unsur harus bekerja ekstra menggunakan teknik penyelamatan khusus untuk membawa korban dari lokasi penemuan menuju titik evakuasi.

Dua korban yang berhasil dievakuasi adalah Maliya Finda (51), warga Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, dan Irfan Nasrul Laili (34), seorang pemandu pendakian asal Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristiyanto Putro Prasojo, mengatakan keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang solid dari seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat.

Baca Juga :   Terpilihnya Ketua Koni Baru 2025, Diharapkan Ada Koordinasi Solid Dengan OPD Terkait

“Alhamdulillah, seluruh proses evakuasi akhirnya dapat diselesaikan dengan baik. Medan di Gunung Piramid sangat ekstrem, ditambah cuaca berkabut yang cukup menyulitkan proses penyelamatan. Namun berkat sinergi seluruh personel SAR Gabungan, operasi ini dapat dituntaskan dengan tetap mengedepankan keselamatan petugas di lapangan,” ujar Kristiyanto.

Operasi pencarian sendiri dimulai pada Selasa (4/8/2026) setelah adanya laporan orang hilang sejak Minggu (2/8/2026). Berdasarkan keterangan saksi terakhir, kedua korban diketahui mendaki menuju jalur Gunung Piramid pada pagi hari dengan membawa perlengkapan pendakian.

Pada hari pertama operasi, Tim SAR Gabungan menemukan kedua korban  dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan tebing curam pada koordinat 07°56′28,38″ LS dan 113°43′56,26″ BT. Lokasi tersebut berada sekitar 60 meter dari jalur Punggung Naga, dengan posisi kedua korban berjarak sekitar lima meter di dasar lereng berkontur terjal.

Baca Juga :   Gobak Sodor Bondowoso Telan Korban Jiwa – Keluarga Sudah Ikhlas

Menurut Kristiyanto, kondisi geografis lokasi penemuan menjadi tantangan terbesar sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap menggunakan teknik khusus.

“Kami tidak bisa memaksakan evakuasi pada hari pertama karena faktor keselamatan. Jalurnya sangat terjal, licin, dan tertutup kabut. Oleh karena itu, proses evakuasi dilanjutkan keesokan harinya dengan perencanaan yang lebih matang agar seluruh personel tetap aman selama bertugas,” jelasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso untuk menjalani proses autopsi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kristiyanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, organisasi potensi SAR, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat yang turut membantu kelancaran operasi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bondowoso, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel dan relawan yang telah bekerja tanpa mengenal lelah. Ini adalah misi kemanusiaan yang membutuhkan keberanian, dedikasi, dan kerja sama yang luar biasa,” katanya.

Baca Juga :   Gudang Milik Warga Bondowoso Terbakar, Sapinya Mati Mirip Barbeque

Ia juga mengimbau masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting sebelum melakukan aktivitas pendakian.

“Gunung memberikan keindahan, tetapi juga memiliki risiko yang harus dihormati. Kami mengimbau seluruh pendaki agar mempersiapkan fisik, perlengkapan, memahami karakter jalur pendakian, memperhatikan prakiraan cuaca, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” pungkas Kristiyanto.

Dengan tuntasnya proses evakuasi tersebut, Operasi SAR Gunung Piramid resmi ditutup. Meski berakhir dengan duka, keberhasilan menuntaskan misi kemanusiaan di salah satu jalur pendakian paling ekstrem di Bondowoso menjadi bukti nyata profesionalisme, soliditas, dan komitmen seluruh Tim SAR Gabungan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Rilis Resmi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso

 

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp