Scroll untuk membaca artikel
DaerahPeristiwa

Tindak Lanjut PTPN XII Jampit Atas Aspirasi Tukar Fungsi Lahan

2191
×

Tindak Lanjut PTPN XII Jampit Atas Aspirasi Tukar Fungsi Lahan

Sebarkan artikel ini
Pihak PTPN XII Kebun Kalisat Jampit, sediakan 11 hektar lahan baru, untuk program kemitraan dengan masyarakat wilayah Kecamatan Ijen.
Manager PTPN XII Jampit saat temui masa

Bondowoso, Sinar.co.id,- Pihak PTPN XII Kebun Kalisat Jampit, sediakan 11 hektar lahan baru, untuk program kemitraan dengan masyarakat wilayah Kecamatan Ijen.

Hal ini sebagai kebijakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat dalam gelar unjuk rasa di depan kantor PTPN XII kebun Kalisat Jampit pada Jumat, (20/10/2023).

Tindak Lanjut PTPN XII Jampit Atas Aspirasi Tukar Fungsi Lahan

Dimana dalam inti aspirasi masyarakat, menuntut 2,5 hektar lahan produktif yang lama dikelola warga setempat untuk tidak ditutup.

Baca Juga: Ratusan Warga Ijen Unjuk Rasa Tuntut PTPN XII Jelaskan Kebijakan Kemitraan

Menindak lanjuti aspirasi tersebut, pihak PTPN XII telah mengganti / tukar fungsi lahan awal 2,5 hektar dengan lahan baru yang lebih luas 11 hektar.

Manager PTPN XII Kebun Kalisat Jampit, Heri Suciyoko, mengaku selain menyediakan lahan kemitraan seluas 11 hektar, pihaknya juga akan membantu pengadaan pipa saluran untuk sarana pengairannya.

Berdasar HGU, luasan konsesi areal rayon blawan ada 4700 hektar milik Negara yang dikelola PTPN XII di kawasan kecamatan Ijen.

Adapun rincian 2500 hektar sebagai pengelolaan komoditas kopi arabika dan selebihnya 2200 areal komuditas kayu kemitraan guna menambah pendapatan ekonomi karyawan selain menjadi karyawan PTPN XII.

“Tanah HGU PTPN XII di Ijen adalah tanah negara BUMN yang secara aturan untuk pengelolaan komoditas kopi Arabika. Untuk program kopi ke depan, 2500 hektar yang includ program peremajan dan tanaman menghasilkan,” jelasnya.

Menurut Hari Suciyoko, ada sisa luasan 2200 hektar adalah areal komoditas kayu.

“Di areal komoditas kayu ini ada program kemitraan, guna menambah pendapatan ekonomi karyawan selain menjadi karyawan PTPN 12. Ternaungi lewat surat perjanjian dan penetapan per musim tanam dan sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku di PTPN XII,” ungkapnya.

Menurutnya, luasan 2200 hektar di areal tersebut, sangat cukup untuk mengakomodir kegiatan tani hortikultura di sela-sela tanaman kayu bagi karyawan selepas dinas kebun.

Untuk di areal Java Coffee estate sendiri, tidak ada kegiatan tersebut. Status tanah di Ijen adalah tanah negara semua. Mulai dari PTPN, Perhutani dan KSDA.

“Adapun dalam HGU, tertera kegiatan warga di enam desa Kecamatan Ijen sebagai karyawan dan bertani dan selama ini terjalin harmonis serta, saling mendukung,” ungkapnya.

Ikuti update berita terbaru di Google News sinar.co.id


Baca Juga :   Usai Geledah dua Rumah, KPK Kembali Merangsek ke BSBK Bondowoso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page