Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Dari Situbondo ke Dunia: Indonesia Uji Nyali Cetak Sejarah Budidaya Lobster

Redaksi
524
×

Dari Situbondo ke Dunia: Indonesia Uji Nyali Cetak Sejarah Budidaya Lobster

Sebarkan artikel ini
Indonesia

Situbondo, sinar.co.id,- Untuk pertama kalinya, Indonesia melalui kolaborasi tiga perusahaan besar yakni PT. Bandar Laut Dunia Grup (Balad Grup), PT. Global Loketarubacanata Nusantara Grup (Glora Grup), dan PT. Pemijahan Biota Laut Ekuator Khatulistiwa Nusantara Grup (Pebitalekara Grup) menargetkan pemijahan satu miliar benih lobster (nauplisoma) dalam enam bulan ke depan.

Tiga perusahaan itu adalah milik HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau biasa disapa Gus Lilur.

Program ambisius ini, dimulai dari fasilitas hatchery milik Pebitalekara Grup di Situbondo, Jawa Timur.

Nantinya, benih-benih lobster akan disebar ke beberapa titik pengembangan di gugusan Teluk Kangean, termasuk Teluk Sabiteng dan Teluk Pulau Malang, Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :   Sukseskan Pilkada 2024, KPU Bondowoso Buka Pintu Sinergitas Kepada Media

“Target kami jelas, satu miliar benih lobster dari Mei hingga November 2025. Ini akan menjadi yang pertama di dunia,” ujar HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy selaku owner dan founder dari ketiga grup tersebut pada Rabu pagi, (30/4/2025).

Pendukung Target Tiga Perusahaan Indonesia

Untuk mendukung target tersebut, ketiga grup telah menyiapkan infrastruktur besar berupa 100 set keramba pemijahan yang masing-masing terdiri dari 52 unit, dengan setiap unit menampung 200.000 nauplisoma lobster.

Totalnya, terdapat 5.000 unit keramba dengan kapasitas total mencapai satu miliar benih lobster.

Baca Juga :   Video | Warga Gunungsari Apresiasi Reboisasi 2.000 Pohon di Lereng Argopuro, Harap Tak Sekadar Seremoni

Dari sisi ekonomi, potensi nilainya sangat fantastis. Dengan asumsi tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) 50 persen, akan dihasilkan 500 juta benih bening lobster (BBL).

Jika dihargai 10.000 per ekor seperti standar harga di BLU Situbondo milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nilai ekonominya bisa mencapai 5 triliun rupiah.

“Namun, proyek besar ini bukan tanpa risiko. Di seluruh dunia, belum ada satu pun lembaga, institusi, atau negara yang berhasil memijahkan lobster secara konsisten. Kalau gagal, risikonya bisa miliaran rupiah,” ungkap Gus Lilur panggilan akrabnya.

Kendati demikian, ke tiga perusahaan tetap optimis.

“Kami sadar tidak ada jaminan sukses. Tapi sebagai pengusaha, kami terbiasa menjadikan risiko dan kegagalan sebagai bagian dari perjalanan. Kami berikhtiar maksimal dan pasrahkan hasilnya kepada Allah. Bismillah,” tambah pengusaha nahdliyin asal Situbondo ini.

Baca Juga :   Pengusaha Sawit dan Batubara Sudah Salurkan Bantuan 63 Ton Pupuk Gratis di Bondowoso

Jika berhasil, Indonesia bukan hanya menjadi negara pertama di dunia yang sukses memijahkan lobster, tetapi juga berpotensi menjadi kiblat baru dalam sektor perikanan budidaya global.

“Laut Indonesia adalah laut istimewa, berada di garis ekuator, kaya nutrien, dan potensial menjadi pusat perikanan dunia,” pungkasnya.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp