Scroll untuk membaca artikel
NasionalPolitik

Yenny Wahid Beber Kembali Sengketa PKB Cak Imin Pasca Deklarasi Dukungan Prabowo Capres

172
×

Yenny Wahid Beber Kembali Sengketa PKB Cak Imin Pasca Deklarasi Dukungan Prabowo Capres

Sebarkan artikel ini
Yenny Wahid ungkap kendala untuk Prabowo jika ingin mendapat dukungan dari para pengikut Gus Dur di seluruh Indonesia.

Yenny Wahid ungkap kendala untuk Prabowo jika ingin mendapat dukungan dari para pengikut Gus Dur di seluruh Indonesia.

Jakarta, Sinar.co.id Yenny Wahid ungkap kendala untuk Prabowo jika ingin mendapat dukungan dari para pengikut Gus Dur di seluruh Indonesia.

Yenny Wahid Beber Kembali Sengketa PKB Cak Imin Pasca Deklarasi Dukungan Prabowo Capres

Hal ini disampaikan putri sulung KH. Abduramman Wahid / Gus Dur (alm) pasca deklarasi dukungan dari 4 parpol kepada Prabowo Subianto sebagai bakal calon Presiden RI 2024.

Klick Juga Video Terkait di Bawah ?

https://vt.tiktok.com/@the_journalist/gusdurian/PKB.Cak.Imin

Menurut Yenny, yang beredar rekaman video realeasenya di berbagai media sosial, Prabowo akan sulit mendapat dukungan dari Gusdurian jika memilih Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres.

https://www.facebook.com/reel/@the_journalist/Gusdurian.RI

“Gusdur sudah pernah mengeluarkan surat edaran langsung, tandatangan di atas notaris yang melarang penggunaan atribut Gus Dur oleh PKB yang dipimpin oleh Cak Imin.” katanya.

Baca Juga: Partai Demokrat Sodorkan AHY Sebagai Bakal Cawapres Anies

Yenny juga melenjutkan, mungkin jika nanti kepemimpinannya sudah di ganti, atribut Gus Dur boleh digunakan kembali.

“Tapi, selama masih dipimpin pak Muhaimin Iskandar maka, Gus Dur memberikan penegasan melalui wasiat tertulis bahwa tidak boleh dipakai,” ungkapnya.

Baca Juga : 4 Parpol Dukung Prabowo Capres 2024 Romi PPP Goodbye KIB

Selain itu, Yenny juga menyikapi terkait dukungan sejumlah Parpol kepada Prabowo sebagai bakal calon Presiden RI yang terkendala mendapat dukungan dari Gus Durian.

“Kalau pendampingnya Cak Imin akan berat sekali mendapatkan dukungan dari seluruh pengikut Gus Dur di seluruh Indonesia,” kata Yenny dikutib dari CNNIndonesia.com di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

Menurutnya, Prabowo sudah mengerti sikap politik yang diambil oleh keluarga inti Gus Dur terhadap Cak Imin.

Baca Juga:Sayap PPP Siap Satu Barisan Kawal Ganjar Pranowo Presiden RI 2024 2029 

Dia mengatakan Prabowo pun pasti memahami risiko jika memilih Cak Imin sebagai cawapres.

“Nah, beliau sangat memahami sekali suara hati kami,” kata Yenny.

Dia menyampaikan itu karena para calon presiden di Pilpres 2024 termasuk Prabowo akan meminta dukungan dari keluarga Gus Dur.

Karenanya, Yenny membeberkan risiko bagi Prabowo jika menggandeng Cak Imin jadi cawapres.

“Ya sebagai capres ya saya rasa cukup fair berasumsi mereka pasti akan meminta dukungan dari banyak pihak, ya pastilah,” kata dia.

Bila ditarik ke belakang, internal PKB bergejolak pada 2008 silam. Gejolak itu terjadi antara Gus Dur dengan Cak Imin.

Yenny pernah menyampaikan Cak Imin merupakan sosok yang mengeluarkan Gus Dur dari PKB melalui Muktamar Luar Biasa PKB di Ancol, Jakarta pada 2008.

Yenny juga sempat menyampaikan tak hanya Gus Dur yang didepak oleh Cak Imin. Namun, ia mengatakan sejumlah tokoh senior PKB termasuk dirinya juga dikeluarkan Cak Imin.

Perdebatan Yenny dan Cak Imin bukan kali ini saja terjadi. Pada 2022, Yenny menyindir bahwa dirinya PKB Gus Dur, bukan PKB Cak Imin.

Cak Imin kemudian merespons dengan menyatakan bahwa Yenny memang bukan kader PKB.

“Yenny itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos, beberapa kali pemilu nyerang PKB enggak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya, jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu. PKB sdh aman nyaman kok,” tulis Cak Imin, Juni 2022.

Ikuti update berita terbaru di Google News sinar.co.id


Baca Juga :   Persatuan Pedagang Tembakau Kabupaten Jember Deklarasi Dukung Pasangan Prabowo – Gibran

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page