Bondowoso, sinar.co.id,- Gelombang desakan agar Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) segera dioperasikan semakin menguat. Kali ini, tiga kepala daerah di kawasan Tapal Kuda menunjukkan sikap yang sama dengan mengirimkan surat resmi kepada pemerintah sebagai bentuk dorongan percepatan pembukaan ruas tol yang telah lama dinantikan masyarakat.
Langkah serempak tersebut dilakukan oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid, dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Ketiganya menilai kondisi lalu lintas di jalur Pantura Jawa Timur sudah semakin padat dan membutuhkan solusi nyata yang tidak bisa lagi ditunda.
Bupati Probolinggo melalui surat tertanggal 15 Juni 2026 meminta pemerintah segera mengoperasikan ruas Gending–Kraksaan–Paiton. Menurutnya, pembukaan ruas tersebut akan mempercepat arus distribusi barang, menekan biaya logistik, mengurangi kemacetan di jalur Pantura, sekaligus menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk., serta Ketua DPRD Kabupaten Situbondo.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid mengajukan permohonan pembukaan sementara akses Tol Prosiwangi sebagai jalur alternatif selama berlangsungnya perbaikan jembatan di kawasan Paiton dan gorong-gorong di Banyuglugur.
Dalam surat bertanggal 9 Juli 2026, ia menegaskan bahwa kemacetan panjang di jalur Pantura telah mengganggu distribusi logistik, aktivitas ekonomi, serta mobilitas masyarakat. Karena itu, pengoperasian sementara ruas tol dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mengurai kepadatan kendaraan hingga proyek perbaikan jalan nasional selesai.
Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Gubernur Jawa Timur, dan Direktur Utama PT Jasa Marga.
Di waktu yang hampir bersamaan, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo juga menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar Exit Tol Suboh segera difungsikan.
Menurutnya, keberadaan akses tersebut akan membuka konektivitas wilayah barat Situbondo, memangkas biaya distribusi, mempercepat arus investasi, memperkuat daya saing UMKM, sektor pertanian, perikanan, hingga meningkatkan kunjungan wisata.
Kesamaan Sikap Desakan Dibukanya Tol Prosiwangi
Kesamaan sikap tiga kepala daerah ini menjadi sinyal kuat bahwa pembukaan Tol Prosiwangi telah berubah dari sekadar proyek infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Tapal Kuda.
Dengan kondisi kemacetan Pantura yang semakin sering terjadi akibat tingginya volume kendaraan dan adanya pekerjaan perbaikan infrastruktur, pengoperasian ruas tol dinilai sebagai solusi paling realistis untuk menjaga kelancaran distribusi barang, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi regional.
Kini, perhatian publik tertuju pada respons pemerintah pusat. Masyarakat berharap aspirasi yang disampaikan secara bersama oleh tiga kepala daerah tersebut segera ditindaklanjuti sehingga manfaat Jalan Tol Prosiwangi dapat segera dirasakan oleh warga dan pelaku usaha di kawasan Tapal Kuda.












