Bondowoso, sinar.co.id,- Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan pembuatan cookies bagi kelompok perempuan rentan.
Kepala Bidang (Kabid) DP3AK Provinsi Jawa Timur, Hasmaranti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari Program Pusat Pembelajaran Perempuan (Puspel PP) yang telah berjalan selama empat tahun. Bondowoso dipilih karena dinilai membutuhkan penguatan pemberdayaan perempuan dan belum pernah memperoleh pendampingan serupa dari Pemprov Jatim.
“Bondowoso memilih pelatihan membuat cookies karena bahan bakunya mudah diperoleh dan memiliki peluang usaha yang cukup baik. Harapannya, perempuan menjadi lebih mandiri secara ekonomi sehingga lebih kuat menghadapi berbagai persoalan sosial,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. M. Imron, menjelaskan pihaknya juga memaparkan evaluasi pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Bondowoso. Dari pagu sekitar Rp.23 miliar, realisasi anggaran mencapai sekitar Rp22 miliar atau 96,32 persen.
Menurutnya, rapat tersebut turut membahas sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari ketepatan sasaran penerima bantuan sosial, pembaruan data masyarakat miskin, hingga penguatan koordinasi lintas sektor agar pelayanan sosial semakin efektif.
“Fokus kami memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak, sekaligus memperkuat sinergi agar penanganan persoalan sosial dan pengentasan kemiskinan di Bondowoso semakin optimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily, menyebut Bondowoso menerima kuota sekitar 30 peserta dalam program tersebut.
Terpilih Kelompok Organisasi Perempuan
Peserta dipilih dari kelompok organisasi perempuan yang di dalamnya terdapat penyintas kekerasan serta perempuan rentan lainnya. Selain memperoleh pelatihan, mereka juga akan mendapatkan pendampingan dan monitoring agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Kami memilih peserta yang memiliki peluang untuk terus berkembang sehingga manfaat program tidak berhenti setelah pelatihan selesai,” pungkasnya.












