Bondowoso, sinar.co.id,- Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mengakselerasi ETPD (Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah) dengan mendorong penerapan pembayaran non tunai di setiap momentum kegiatan publik.
Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, yang juga menjabat sebagai Sekretaris ETPD, menegaskan bahwa dukungan masyarakat dan pelaku usaha sangat krusial dalam mempercepat transformasi digital di daerah.
“Kami berharap kepada masyarakat, panitia kegiatan, serta pelaku UMKM untuk mulai menerapkan pembayaran non tunai. Bisa menggunakan QRIS maupun metode transfer elektronik lainnya, sehingga mendukung penuh program ETPD di Kabupaten Bondowoso,” katanya, Sabtu (21/2/2026).
Nilai ETPD (Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah)
Ia mengakui, saat ini nilai Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah Bondowoso masih berada di posisi terbawah di wilayah Tapal Kuda. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus pemicu semangat untuk berbenah.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Dengan adanya Festival Ramadhan yang melibatkan banyak pelaku UMKM, kami melihat ini sebagai momentum strategis untuk mendorong transaksi non tunai,” tegasnya.
Festival Ramadhan yang menghadirkan berbagai stand dan wahana UMKM dinilai menjadi ruang edukasi efektif untuk mengenalkan budaya transaksi digital kepada masyarakat. Selain lebih praktis dan aman, sistem non tunai juga dinilai mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.
Slamet menekankan, edukasi dan sosialisasi harus dilakukan secara masif agar digitalisasi tidak sekadar menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama.
“Harapan kami, ini menjadi catatan dan komitmen bersama. Jika masyarakat dan pelaku usaha kompak mendukung, saya optimistis capaian ETPD Bondowoso akan meningkat dan tidak lagi berada di posisi terbawah,” pungkasnya.












