Bondowoso, sinar.co.id,- Badan Pendapatan Daerah Bondowoso (Bapenda) terus intensifkan pendataan objek pajak di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Bondowoso, (28/2/226). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.
Salah satu lokasi yang jadi objek pendataan adalah gudang tembakau Kuasa Jaya di Kelurahan Badean, Kabupaten Bondowoso.
Tim Bapenda turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi data, pengecekan administrasi, serta memastikan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan daerah.
Intensif Jemput Bola
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Intensif jemput bola yang diterapkan Bapenda guna memperbarui basis data wajib pajak, sekaligus memetakan potensi pajak daerah dari sektor pergudangan dan usaha tembakau yang selama ini menjadi salah satu sektor penopang ekonomi di Bondowoso.
Kepala Bapenda Bondowoso Slamet Yantoko menegaskan bahwa pendataan dilakukan secara humanis dan persuasif, dengan mengedepankan koordinasi serta komunikasi yang baik dengan para pelaku usaha.
“Pendataan intensif jemput bola ini bukan semata-mata penagihan, tetapi untuk memastikan data yang kami miliki valid dan sesuai kondisi riil di lapangan. Dengan data yang akurat, potensi PAD bisa tergali maksimal tanpa memberatkan pelaku usaha,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pergudangan tembakau memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian daerah, sehingga perlu dilakukan pemetaan dan pengawasan administrasi secara berkala.
Bapenda Bondowoso berkomitmen untuk terus bergerak aktif menyisir titik-titik potensial lainnya, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran wajib pajak sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Dengan pendataan yang berkelanjutan dan transparan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis target PAD tahun ini dapat tercapai bahkan melampaui proyeksi yang telah ditetapkan.












