Bondowoso, sinar.co.id,- Dunia wisata Bondowoso diguncang dugaan pelecehan seksual terhadap sekitar 10 siswi sekolah dasar (SD) di Water Boom Navara, Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah. Seorang karyawan berinisial F kini telah diamankan polisi setelah diduga mencabuli sejumlah anak saat bermain wahana air.
Modus Karyawan Navara Dugaan Pelecehan
Kasus ini mencuat setelah sejumlah wali murid mendatangi Mapolres Bondowoso, Sabtu (7/11/2026) sore. Dugaan pelecehan terungkap dari pengakuan para siswi yang mengaku bagian intim mereka dipegang terduga pelaku saat menggunakan wahana perosotan kolam renang.
Kecurigaan bermula setelah kegiatan berenang sekitar pukul 13.30 WIB. Satu anak lebih dulu berani bercerita, kemudian disusul pengakuan sejumlah siswi lainnya.
“Begitu dibuka, semuanya mulai bercerita,” ungkap salah seorang wali murid berinisial D.
Para wali murid yang geram kemudian mendatangi F hingga akhirnya terduga pelaku diamankan warga dan diserahkan kepada polisi.
Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi menyebut sementara terdapat sekitar 10 anak yang diduga menjadi korban. F kini menjalani pemeriksaan Unit PPA Satreskrim Polres Bondowoso.
Di tengah proses hukum yang berjalan, muncul pertanyaan besar: di mana tanggung jawab pengelola Wisata Navara?
Tempat wisata yang menerima pengunjung anak-anak semestinya memiliki sistem pengawasan dan perlindungan yang ketat. Dugaan peristiwa ini bukan sekadar persoalan ulah seorang karyawan, tetapi juga menjadi alarm keras bagi pengelola terkait keamanan pengunjung di area wisata.
Publik kini menunggu bukan hanya ketegasan polisi mengusut kasus ini, tetapi juga sikap dan pertanggungjawaban pihak pengelola Navara atas dugaan peristiwa yang mencederai rasa aman anak-anak tersebut.












