Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Bondowoso Tancap Gas Masuk Era Digital, BDD 2026 Jadi Motor Percepatan Layanan Publik dan Ekonomi Daerah

Redaksi
879
×

Bondowoso Tancap Gas Masuk Era Digital, BDD 2026 Jadi Motor Percepatan Layanan Publik dan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
digital

Bondowoso, sinar.co.id,- Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya mempercepat transformasi digital melalui penyelenggaraan Bondowoso Digital Days (BDD) 2026, sebuah gerakan kolaboratif yang tidak hanya menghadirkan pameran teknologi, tetapi juga menjadi langkah strategis memperkuat pelayanan publik, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi ETPD untuk Optimalisasi PAD dan Ekonomi Digital Daerah” itu resmi dibuka di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso dan akan berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2026.

Bondowoso Digital Days

Pembukaan BDD 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional, sekaligus menjadi momentum peluncuran sejumlah kebijakan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkenalkan layanan e-SPPT PBB-P2, memberikan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) bagi masyarakat miskin ekstrem yang masuk Data Desil 1, menghapus denda tunggakan PBB-P2 hingga Tahun Pajak 2025 sampai 31 Agustus 2026, serta mendeklarasikan dukungan bersama terhadap percepatan transformasi digital daerah.

Baca Juga :   MOW Gratis Setrilisasi Cegah Kehamilan, Diperlukan Kesiapan Matang

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan utama dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, efisien, dan mudah diakses masyarakat.

“Digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan. Ini merupakan fondasi penting untuk membangun Bondowoso yang modern, responsif, dan memiliki daya saing. Seluruh sektor harus bergerak bersama, mulai pelayanan publik, pendidikan, UMKM, pertanian, perdagangan hingga sistem pembayaran,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui pemanfaatan pembayaran non-tunai berbasis QRIS akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh organisasi perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa hingga aparatur sipil negara menjadi pelopor dalam penerapan transaksi digital agar budaya pembayaran non-tunai semakin meluas di tengah masyarakat.

Baca Juga :   Nina Agustina Lesatkan Indramayu Menuju Proteksi Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Pangan Hingga Industrial

“Kami ingin seluruh elemen ikut mengambil peran. Pemerintah, perbankan, pelaku usaha, perguruan tinggi, komunitas, media, hingga masyarakat harus berjalan bersama agar transformasi digital benar-benar membawa manfaat nyata bagi Bondowoso,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso Slamet Yantoko mengatakan Bondowoso Digital Days bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan gerakan bersama membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan budaya pelayanan publik menuju sistem yang lebih modern, akuntabel, dan berorientasi pada kemudahan masyarakat.

“Melalui BDD 2026 kami ingin meningkatkan penggunaan transaksi digital berbasis QRIS, memperkuat literasi digital masyarakat, memberdayakan UMKM, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah,” katanya.

BDD 2026 juga menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak. Sekitar 200 pelaku UMKM mengisi 120 stan yang tersebar di kawasan Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, organisasi perangkat daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga media.

Baca Juga :   Fasilitasi Jumatan, Srikandi Si Juki Bondowoso Jaga Dagangan

Selama dua pekan pelaksanaan, masyarakat dapat mengikuti beragam agenda mulai dari pameran produk UMKM, pelayanan publik terpadu, edukasi penggunaan QRIS, sosialisasi pajak daerah, talkshow, kompetisi digital, donor darah, pelayanan sosial, pentas seni budaya, hingga hiburan rakyat.

Melalui Bondowoso Digital Days 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap transformasi digital tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan, tetapi juga mampu memperkuat daya saing UMKM, memperluas inklusi keuangan, meningkatkan kepatuhan pajak, dan pada akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

 

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp