Scroll untuk membaca artikel
Hukum

Dugaan Perawat Dipukul Keluarga Pasien, RSUD Bondowoso Diterpa Sorotan Saat Direktur Cuti Haji

Redaksi
1528
×

Dugaan Perawat Dipukul Keluarga Pasien, RSUD Bondowoso Diterpa Sorotan Saat Direktur Cuti Haji

Sebarkan artikel ini
perawat
(dari kiri) video cctv, pamflet dukungan nakes, sosok dr. Yusdeny Lanasakti. red-

Bondowoso, sinar.co.id,- Di tengah masa cuti Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso yang sedang menunaikan ibadah haji, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso itu diterpa polemik serius. Dugaan kekerasan terhadap seorang tenaga kesehatan (nakes) perawat, mencuat ke publik dan memicu gelombang solidaritas dari kalangan perawat maupun tenaga medis.

Kasus ini menjadi perhatian luas setelah diungkap melalui video yang diunggah juga oleh dr. Yusdeny Lanasakti salah satu dokter di RSUD dr. Koesnadi. Dalam keterangannya, ia membeberkan kronologi dugaan penganiayaan yang dialami seorang perawat pria berinisial A.

Peristiwa bermula pada 30 Mei 2026 ketika dr. Yusdeni menerima pesan WhatsApp dari seseorang wanita yang mengaku sebagai kakak pasien perempuan berusia 18 tahun korban kecelakaan lalu lintas yang dirawat di Ruang Bedah Paviliun Dahlia. Keluarga pasien mengeluhkan pelayanan perawat A yang dinilai kurang memuaskan.

Keluhan tersebut berkaitan dengan komunikasi yang dianggap kurang baik serta insiden terlepasnya infus pasien. Saat itu, keluarga pasien meminta agar infus tidak dipasang kembali karena proses pemasangan dinilai sulit.

Sebagai bentuk tindak lanjut, dr. Yusdeni mengaku meneruskan pengaduan tersebut kepada kepala ruangan paviliun bugenvil agar dilakukan klarifikasi dan penyelesaian sesuai prosedur.

“Saya menganggap persoalan itu sudah selesai karena sudah saya teruskan ke pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Baca Juga :   Perkuat Digitalisasi PAD, PASOPATI Bondowoso Ditarget Rampung Maret 2026

Namun, situasi ternyata berkembang ke arah yang berbeda.

Sekitar sepekan kemudian, tepatnya pada 5 Juni 2026, seorang pria yang mengaku sebagai ayah pasien mendatangi RSUD dr. Koesnadi. Menurut keterangan dr. Yusdeni, pria tersebut datang dalam kondisi emosi dan melontarkan kemarahan yang ditujukan kepada perawat A.

Keributan sempat diredam oleh sejumlah perawat lain dan petugas keamanan. Akan tetapi, persoalan belum berakhir. Pria tersebut disebut menunggu kepulangan perawat A di area parkir rumah sakit.

Dengan harapan persoalan bisa diselesaikan secara baik-baik, perawat A akhirnya menemui pria tersebut dengan didampingi petugas keamanan.

Namun menurut pengakuan yang diterima dr. Yusdeni dan bukti rekaman CCTV, sesaat setelah berhadapan, perawat A justru langsung menerima dua kali pukulan di bagian kepala sebelum akhirnya dilerai oleh satpam.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Laporan tersebut tersiar juga disertai hasil visum dan rekaman CCTV sebagai barang bukti.

Perawat A Membantah Tudingan Keluarga Pasien

Setelah melakukan klarifikasi langsung kepada perawat A pada 8 Juni 2026, dr. Yusdeni menyatakan tidak menemukan pengakuan maupun kesaksian yang menguatkan tuduhan bahwa perawat tersebut telah melakukan perbuatan maupun perkataan kasar terhadap pasien maupun keluarganya seperti yang dituduhkan.

Baca Juga :   Pengendara Patuh Lalin di Bondowoso Dapat Telur dan Migor

Baginya, persoalan ini bukan sekadar konflik antara keluarga pasien dan tenaga kesehatan. Ia menilai terdapat mekanisme resmi yang dapat ditempuh apabila masyarakat utamanya pasien maupun keluarga pasien merasa tidak puas terhadap pelayanan rumah sakit, mulai dari jalur pengaduan, etik profesi hingga disiplin kerja semua sudah tersedia dan mudah diakses.

“Ketika ada keluhan, ada prosedur dan mekanisme yang bisa ditempuh. Tidak bisa dan tidak boleh diselesaikan dengan tindakan kekerasan atau main hakim sendiri. Itu berlaku kepada siapapun,” tegasnya.

Yang kemudian menjadi sorotan adalah dugaan adanya upaya penyelesaian internal oleh management RSUD yang dianggap tidak berpihak kepada korban A.

Dr. Yusdeni mengungkapkan informasi bahwa perawat A disebut diminta oleh management RSUD, menandatangani surat pernyataan berisi permohonan maaf atas tindakan yang dianggap tidak menyenangkan, termasuk kepada pihak yang diduga melakukan pemukulan.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat posisi korban A menjadi serba sulit. Selain harus menghadapi proses hukum yang berjalan, perawat A juga disebut menghadapi tekanan agar mencabut laporan yang telah dibuat di kepolisian.

Pernyataan itu memicu reaksi luas di kalangan tenaga kesehatan. Sejak kasus ini mencuat, puluhan hingga ratusan nakes di Bondowoso ramai-ramai mengunggah poster dukungan melalui media sosial. Mereka menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun diskriminasi terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas pelayanan.

Baca Juga :   Ops Zebra Semeru 2023 Bondowoso Dengan Tema pemilu damai 2024

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Moh. Yasin, belum memberikan tanggapan rinci terkait kasus tersebut dengan alasan sedang kurang sehat.

“Mohon maaf saya lagi kondisi kurang sehat. Saat ini bisa langsung ke wadir atau Pak Gigih,” ujarnya singkat via chat WhatsApp

Di sisi lain, kuasa hukum RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Gigih Bijak Supranoto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun ia menyatakan persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Mereka sudah saling memaafkan,” katanya.

Adapun Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna, yang saat ini masih berada di Makkah untuk menunaikan ibadah haji, mengaku belum dapat memberikan komentar karena belum memperoleh informasi langsung dari perawat yang bersangkutan.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan komunitas kesehatan di Bondowoso. Bukan hanya soal dugaan pemukulan terhadap seorang perawat, tetapi juga menyangkut perlindungan tenaga kesehatan saat menjalankan tugas pelayanan serta bagaimana sebuah institusi merespons ketika salah satu pegawainya menjadi korban kekerasan.

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp