Bondowoso, sinar.co.id,– Nahkoda Baru periode 2026 – 2031 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bondowoso berkomitmen membawa partai warisan ulama’ ini tidak keluar dari cita-cita para Founding Father yang meenginginkan partai ini untuk Amar ma’ruf nahi mungkar.
Hal ini disampaikan ketua DPC PPP terpilih KH. Muhammad Hasan Abd. Mu’iz usai menerima Surat Keputusan (SK) struktur pengurus DPC PPP kabupaten Bondowoso periode 2026 2031 yang diserahkan langsung oleh ketua DPW PPP Jatim Arif Winarko dan jajran pengurus DPW Jatim, di kantor DPW PPP Jatim pada Rabu, (10/06/2026).
Dalam susunan nahkoda kepengurusan yang telah ditetapkan, KH. Muhammad Hasan Abd. Mu’iz dipercaya sebagai Ketua DPC, didampingi Ahamadi sebagai Sekretaris, Bagus Heri Cahyono sebagai Bendahara, serta Siti Masyarofatul Manna Wassalwa sebagai Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) I.
Usai menerima amanah tersebut, KH. Muhammad Hasan Abd. Mu’iz menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh kader dan pengurus PPP yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin partai warisan ulama berlambang Ka’bah di Bondowoso.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus pusat dan wilayah, termasuk Ketua DPP PPP Muhammad Mardiono serta DPW PPP Jawa Timur Arif Winarko, atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada kepengurusan baru.
Menurutnya, kepemimpinan lima tahun ke depan akan diarahkan untuk menjaga ruh perjuangan PPP sebagaimana cita-cita para founding father. Ia menegaskan bahwa prinsip amar ma’ruf nahi mungkar tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi dan aktivitas politik.
Komitmen Sang Nahkoda DPC PPP Bondowoso
“Komitmen kami adalah membawa PPP tetap berada pada jalur perjuangan yang dicita-citakan para pendiri, yakni menjadi partai yang mengedepankan amar ma’ruf nahi mungkar serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain memperkuat nilai-nilai ideologis partai, kepengurusan baru juga menargetkan peningkatan konsolidasi internal hingga ke tingkat kader akar rumput. Langkah tersebut akan dibarengi dengan penjaringan aspirasi masyarakat sebagai bekal menyusun agenda perjuangan politik yang lebih relevan dengan kebutuhan daerah.
KH. Hasan menilai dinamika politik, baik di tingkat nasional maupun lokal, berkembang sangat cepat sehingga seluruh kader dituntut adaptif dan mampu membaca perubahan situasi secara berkelanjutan.
Terkait pemerintahan daerah, ia menyebut PPP Bondowoso tetap bersikap konstruktif. Meski tidak mengusung pasangan kepala daerah sendiri, partainya menilai kinerja Bupati Bondowoso saat ini cukup baik, sembari menegaskan akan terus menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan demi kepentingan masyarakat.
Di atas semua agenda tersebut, satu target besar yang diusung kepengurusan baru adalah mengembalikan kejayaan PPP di tingkat nasional melalui slogan “PPP Go to Senayan.”
Target itu, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah seluruh kader di Bondowoso. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan simpatisan untuk memperkuat soliditas, bekerja lebih keras, serta menyatukan langkah agar PPP kembali memiliki keterwakilan di parlemen nasional pada pemilu mendatang.
Dengan semangat konsolidasi dan pembaruan organisasi, DPC PPP Bondowoso berharap dapat memperkuat eksistensi partai di daerah sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan dan kemaslahatan masyarakat Bondowoso maupun Indonesia secara lebih luas.












