Bondowoso, sinar.co.id,– 15 April 2026 — Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Pendopo Raden Bagus Asra saat Bupati Bondowoso, Abd. Hamid Wahid, menerima audiensi Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Bondowoso. Pertemuan ini tak sekadar silaturahmi, namun menjadi langkah strategis memperkuat harmoni lintas agama di Bumi Ki Ronggo.
Audiensi tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan tokoh lintas iman. BAMAG memanfaatkan momentum ini untuk mempererat hubungan sekaligus membangun sinergi dalam menjaga stabilitas sosial berbasis toleransi dan kebersamaan.
BAMAG Fokus Pembinaan Umat
Ketua BAMAG Kabupaten Bondowoso, Pdt. Jefri, memaparkan sejumlah program yang telah berjalan maupun yang akan digulirkan. Fokus utamanya mencakup pembinaan umat, penguatan nilai toleransi, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Abd. Hamid Wahid menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAMAG dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Bondowoso. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
“Sinergi dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif. Peran tokoh agama sangat strategis dalam menjaga persatuan,” ujarnya.
Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah, pengurus BAMAG, serta para pendeta. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam merawat nilai-nilai toleransi dan memperkuat persaudaraan lintas iman di Kabupaten Bondowoso.
Dengan terbangunnya komunikasi yang intens dan kolaboratif, diharapkan Bondowoso terus menjadi daerah yang rukun, damai, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.












