Bondowoso, sinar.co.id,- Komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menjamin akses pendidikan kembali ditegaskan. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik), sebanyak 37 ribu siswa di Bondowoso tercatat sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP), angka yang jauh melampaui target awal.
Pernyataan ini disampaikan langsung Kepala Dispendik Bondowoso, Taufan Restuanto, usai mengikuti kegiatan Tanam Bibit Sayur dan Buah🏷️ di Kecamatan Pakem, Jumat (30/01/2026), yang juga menjadi momentum simbolis penyerahan bantuan PIP.
“Alhamdulillah, dari berbagai sumber pembiayaan, total penerima bantuan pendidikan di Bondowoso mencapai sekitar 37.000 siswa, jauh melampaui target awal yang hanya 10.000 siswa,” ungkap Taufan.
Tingkat Siswa Penerima PIP
Menurutnya, bantuan PIP tersebut menjangkau siswa jenjang SD, SMP dan MTS, termasuk di wilayah Kecamatan Pakem, dan menjadi instrumen penting untuk menekan angka putus sekolah serta memberantas buta aksara.
“Sekarang sudah tidak ada alasan lagi anak usia sekolah harus berhenti sekolah karena biaya. Pemerintah hadir dan menanggung itu,” tegasnya.
Selain penyerahan PIP, Dispendik Bondowoso juga akan merealisasikan penyaluran bibit tanaman buah dan sayur ke sekolah-sekolah di bawah naungannya. Program ini sejalan dengan arahan Bupati Bondowoso dalam menggalakkan Gerakan Tanam 1.000 Pohon, sebagai upaya penguatan ketahanan pangan sekaligus edukasi lingkungan sejak dini.
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abd Hamid Wahid, menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah, berdampingan dengan isu pangan dan lingkungan.
“Saat ini tidak ada alasan anak-anak kita tidak bersekolah karena faktor ekonomi. Pemerintah telah hadir melalui berbagai program bantuan pendidikan,” ujar Bupati.
Ke depan, Dispendik Bondowoso berkomitmen untuk terus memperluas akses beasiswa, baik bantuan biaya pendidikan maupun beasiswa prestasi, agar seluruh anak Bondowoso mendapatkan hak pendidikan secara merata.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sumber daya manusia di Bondowoso tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga jaminan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.












