Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Setelah Suspend Hampir Sepekan, SPPG Jambesari Kembali Beroperasi; Menu Bergizi Kembali Tersaji untuk Ribuan Penerima Manfaat

Redaksi
718
×

Setelah Suspend Hampir Sepekan, SPPG Jambesari Kembali Beroperasi; Menu Bergizi Kembali Tersaji untuk Ribuan Penerima Manfaat

Sebarkan artikel ini
suspend
Menu MBG dari SPPG Jambesari desa Tegal Pasir (8/6)

Bondowoso, sinar.co.id,- Setelah hampir satu pekan menghentikan aktivitas atau suspend, pelayanan akibat kendala dana bantuan pemerintah belum transfer ke Virtual Accound, operasional yang terjadi secara nasional, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jambesari, Desa Tegal Pasir, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Bondowoso, akhirnya kembali beroperasi pada Senin (8/6/2026).

Kembalinya aktivitas dapur tersebut menjadi kabar yang ditunggu oleh para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari siswa sekolah hingga kelompok sasaran lainnya.

Sejak pagi, aktivitas di dapur kembali berjalan normal. Para petugas menyiapkan bahan pangan, melakukan proses pengolahan, hingga pengemasan menu yang akan didistribusikan kepada para penerima manfaat. Setelah beberapa hari tanpa kepastian layanan, asap dapur kembali mengepul sebagai tanda roda pelayanan gizi kembali bergerak.

Pasca Suspend

Owner SPPG Jambesari Desa Tegal Pasir, Lina Tripuspita Sudarmo Putri, mengatakan pihaknya bersyukur operasional dapat kembali berjalan setelah sempat mengalami masa suspend selama hampir satu pekan.

Menurut Lina, penghentian sementara tersebut bukan disebabkan oleh persoalan teknis di tingkat dapur, melainkan berkaitan dengan proses administrasi dan operasional yang terjadi di tingkat pusat sehingga berdampak pada sejumlah SPPG di berbagai daerah.

Baca Juga :   Isu “SK Siluman” Menghantui PPP Bondowoso, Kader PAC: Jika Benar Terjadi, Partai Bisa Pecah

“Alhamdulillah hari ini kami sudah kembali beroperasi. Selama masa suspend kemarin kami tetap melakukan koordinasi dan persiapan agar ketika layanan dibuka kembali, distribusi makanan bergizi dapat langsung berjalan dengan baik. Yang terpenting bagi kami adalah memastikan penerima manfaat kembali mendapatkan haknya untuk memperoleh makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama masa penghentian sementara tersebut, pihak pengelola terus menjaga kesiapan sarana, peralatan, serta sumber daya manusia agar pelayanan dapat segera pulih ketika ada kepastian operasional.

“Kami tidak ingin ketika operasional dibuka kembali justru membutuhkan waktu adaptasi. Karena itu seluruh tim tetap siaga sehingga hari ini pelayanan bisa langsung berjalan normal,” tambahnya.

Pada hari pertama beroperasi kembali, SPPG Jambesari menyajikan menu yang terdiri dari nasi putih, tumis sawi dan jagung, nugget, kering tempe, serta buah jeruk. Menu tersebut disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi penerima manfaat sekaligus variasi rasa agar tetap disukai anak-anak.

Baca Juga :   Sahnya Perda Perubahan, Bondowoso Peluang Besar Cari Sumber PAD Alternatif

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Mitra Mandiri Magdalena ABK Group, Widi Pawesti, S.Tr.Gz., menjelaskan bahwa setiap menu yang disajikan telah melalui perhitungan kebutuhan gizi sesuai kelompok sasaran penerima manfaat.

Menurutnya, kombinasi nasi sebagai sumber karbohidrat, sayuran sawi dan jagung sebagai sumber vitamin, mineral serta serat, nugget sebagai sumber protein hewani, kering tempe sebagai protein nabati, dan jeruk sebagai sumber vitamin C dirancang untuk memberikan asupan yang seimbang.

“Menu hari ini telah memenuhi komposisi gizi yang dibutuhkan. Kami selalu memperhatikan keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, serat, serta energi agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh para penerima,” jelas Widi.

Berdasarkan data kandungan gizi yang disusun tim ahli gizi, menu tersebut memiliki kandungan karbohidrat antara 51,2 gram hingga 90,1 gram, serat 5,6 gram hingga 8 gram, protein 28,4 gram hingga 38 gram, lemak 13,7 gram hingga 21,7 gram, serta energi berkisar 422,3 hingga 679,1 kilokalori, menyesuaikan kelompok usia penerima manfaat.

Widi menegaskan bahwa keberlanjutan pelayanan menjadi faktor penting dalam menjaga kecukupan gizi anak. Karena itu, operasional kembali SPPG setelah masa suspend diharapkan mampu mengembalikan ritme pemenuhan gizi yang sempat terhenti.

Baca Juga :   Masih Musim Kemarau, Hujan Deras Disertai Angin Rusakkan Rumah di Bondowoso

“Program ini bukan hanya soal memberikan makanan, tetapi juga memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang konsisten. Ketika pelayanan kembali berjalan, tentu harapan kami manfaatnya dapat segera dirasakan kembali oleh seluruh penerima,” katanya.

Kembalinya operasional SPPG Jambesari menjadi angin segar di tengah berbagai dinamika yang sempat mewarnai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dalam beberapa waktu terakhir. Bagi para penerima manfaat, terutama kalangan pelajar, beroperasinya kembali dapur MBG bukan sekadar menghadirkan menu makan siang, melainkan juga menjadi simbol bahwa layanan pemenuhan gizi tetap berjalan dan terus diupayakan untuk menjangkau mereka yang membutuhkan.

Dengan dapur yang kembali berasap dan distribusi yang kembali bergerak, harapan akan keberlanjutan program pemenuhan gizi kini kembali menyala dari Desa Tegal Pasir, Jambesari Darus Sholah.

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp