Scroll untuk membaca artikel
Opini

Sengkarut Peluru Nyasar Gresik, KOPRI Jatim Tuntut Evaluasi Total Penggunaan Senjata Api

Redaksi
329
×

Sengkarut Peluru Nyasar Gresik, KOPRI Jatim Tuntut Evaluasi Total Penggunaan Senjata Api

Sebarkan artikel ini
peluru nyasar

Surabaya, sinar.co.id, Insiden peluru nyasar yang melukai dua siswa di Gresik pada Rabu (12/17/2025), menuai sorotan tajam dari Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Jawa Timur. Peristiwa yang terjadi di ruang hidup masyarakat sipil, dan menimpa anak-anak, dinilai bukan sekadar kecelakaan, melainkan cerminan adanya celah serius dalam sistem pengamanan aktivitas bersenjata.

Dalam rilis sikap resminya, KOPRI Jawa Timur menyampaikan bahwa kejadian tersebut telah meruntuhkan rasa aman yang seharusnya dimiliki anak-anak di lingkungan tempat mereka belajar dan tumbuh.

Ketika anak-anak menjadi korban, ini tidak lagi bisa dilihat sebagai kejadian tidak sengaja semata. Ada pertanyaan besar tentang bagaimana standar keamanan dijalankan dan sejauh mana keselamatan warga sipil benar-benar dijadikan prioritas,” demikian pernyataan Kholisatul Hasanah, Ketua KOPRI PKC PMII Jatim.

Baca Juga :   Gus Fawait, Santri-Aktivis dan Hal Baru Yang Ditawarkan Untuk Jember

KOPRI Jatim juga menyoroti fakta bahwa pemeriksaan melibatkan banyak personel. Hal ini dinilai mengindikasikan kemungkinan adanya persoalan yang lebih luas, bukan hanya kesalahan individu. Oleh karena itu, penyelesaian kasus diminta tidak berhenti pada penanganan formalitas, tetapi harus menyentuh akar persoalan secara menyeluruh.

Selain itu, KOPRI menekankan pentingnya keberpihakan pada korban, mengingat dampak yang dialami tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Pemulihan rasa aman bagi anak-anak yang menjadi korban disebut sebagai tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.

Baca Juga :   Euforia Penerbangan Jember-Jakarta: Mandiri atau Masih Disangga Pemda?

Atas insiden Peluru Nyasar tersebut, KOPRI Jawa Timur menyampaikan sejumlah tuntutan dan desakan kepada pihak terkait, yaitu:

  1. Mendesak pengusutan kasus secara transparan dan akuntabel hingga tuntas, serta memastikan adanya pertanggungjawaban yang jelas.
  2. Menuntut pemulihan menyeluruh bagi korban, termasuk perawatan medis dan pendampingan psikologis.
  3. Mendesak evaluasi total terhadap standar operasional penggunaan senjata api, terutama di wilayah yang berdekatan dengan masyarakat sipil.
  4. Menuntut langkah pencegahan yang konkret dan terukur agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
  5. Mendesak keterbukaan informasi kepada publik secara jujur dan bertanggung jawab.
Baca Juga :   Demokrasi dalam Bayang Ambisi dan Trauma: Bisakah Parlemen Menyerap Aspirasi di Era Post-Truth?

KOPRI Jawa Timur menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi titik balik dalam memastikan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, tidak lagi dikompromikan dalam kondisi apa pun. Mereka juga menyatakan akan terus mengawal kasus ini sebagai bagian dari komitmen terhadap perlindungan kelompok rentan.

 

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp