Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Program Jitupasna Paparkan Anggaran Penanganan Bencana dari Desa

Redaksi
733
×

Program Jitupasna Paparkan Anggaran Penanganan Bencana dari Desa

Sebarkan artikel ini
jitupasna
Sekretaris BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo (23/06)

Bondowoso, sinar.co.id,- Dalam upaya penanggulangan bencana di kabupaten Bondowoso, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur Pemerintah terkait termasuk pihak desa dan masyarakat, gelar Pengkajian Kebutuhan Pasca bencana (Jitupasna).

Gelar dengan materi pemahaman tekhnis asesmen penganggaran hingga penanganan bencana kali ini terselenggara di Pendopo Raden Bagoes Asrah pada Senin, (23/06/2025).

Tujuan Jitupasna

“Pelatihan Jitupasna ini, untuk memberikan pemahaman semi tekhnis untuk perhitungan kebutuhan pasca bencana yang bisa dilakukan masyarakat, pihak desa dan kecamatan sehingga, kita dalam rangka penanganan nanti dilakukan secara bersama sama,” jelas Sekretaris BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo.

Baca Juga :   Program MBG Ubah Nasib Warga Tegal Pasir, Dari Perantau Pas-pasan hingga Tulang Punggung Keluarga

Selain itu, menurutnya, pelatihan ini juga memberikan pemahaman secara umum tentang apa itu bencana, apa saja potensi bencana yang ada di Bondowoso dan antisipasi bagai mana yang dapat dilakukan.

“Selain itu, juga bisa dilakukan penganggaran melalui DD (Dana Desa) jika tidak keliru 8 persen. Sehingga, ketika ada bencana kita dibantu anggaran DD baik penanganan maupun penganggaran oleh desa,” paparnya.

Menurut Kristianto, karena ketika ada bencana yang pertama di lapangan itu adalah masyarakat, pelatihan Jitupasna ini juga diharapkan ada pertisipasi dari masyarakat.

Baca Juga :   Jelang Pilkada, Ketua Skak Usulkan Pupuk Yang Faktanya Kontroversial

“Jadi, sembari menuju ke lokasi kita sudah siap. Asesmet tetap kita lakukan dalam rangka untuk mendata dampak dari bencana itu untuk dasar tindak lanjut penanganan selanjutnya. Misal ada bencana puting beliung, kita asesment berapa rumah yang terdampak dan kita memiliki logistik apa saja untuk diperbantukan ke lokasi bencana tersebut,” ujarnya.

Dipaparkan Kristianto Putro Prasojo, di Bondowoso ini ada 9 potensi bencana namun yang dominan ada bencana angin puting beliung, banjir bandang, kekeringan dan kebakaran hutan.

Baca Juga :   Sidang Kedua Perkara 847/Pdt.G/2025: Jaksa Agung Digugat karena Hukum “Tebang Pilih,” Ini Kata Kuasa Hukum!

“Nantinya, upaya awal yang akan kita lakukan nanti ketika ada bencana, melakukan koordinasi bersam OPD yang bersentuhan langsung dengan penganggaran DD dengan memberikan semacam masukan penanganan untuk penganggaran penanggulangan bencana semacam pencegahan seperti, pengadaan senso, sembako dan sebagainya. Kami harapkan dibantu oleh desa juga,” pungkasnya.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp