Bondowoso, sinar.co.id,- Setelah berhari-hari menjadi sorotan publik akibat penampilan DJ dan Go Go Dancer yang dinilai mengarah pada pornoaksi, akhirnya inisiator sekaligus koordinator UMKM Digital Days Bondowoso 2026, Santi Agustina, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Sebelumnya atas kejadian tersebut, permohonan maaf disampaikan pihak Bapenda, Sekda bahkan Bupati Bondowoso dan yang terakhir disampaikan koordinator UMKM.
Permohonan maaf dari inisiator DJ dan Go Go Dancer itu dilakukan saat malam penutupan Digital Days Bondowoso 2026, Senin (27/7/2026), di hadapan tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Sumber Kritik Go Go Dancer
Permintaan maaf tersebut menjadi babak baru dari polemik yang sempat memicu gelombang kritik di berbagai kalangan. Mulai dari tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, hingga partai politik ikut bereaksi keras terhadap penampilan DJ yang dipadukan dengan Go Go Dancer pada malam ke-11 penyelenggaraan acara.
Suguhan yang digelar pada Sabtu (25/7/2026) itu, dinilai sebagian masyarakat tidak sesuai dengan norma budaya dan religius yang selama ini menjadi identitas Kabupaten Bondowoso. Kontroversi pun meluas ke media sosial dan memunculkan perdebatan sengit, bahkan berujung pada penyampaian surat kecaman kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Di atas panggung penutupan, Santi Agustina mengakui dirinya merupakan pihak yang menyusun konsep hiburan tersebut.
“Malam ini saya sebagai koordinator kegiatan Bondowoso Digital Days 2026 dari tanggal 14 Juli hingga 27 Juli 2026 meminta maaf sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam. Apa yang sudah saya lakukan, terutama merancang acara DJ dan Go Go Dancer, mungkin kurang berkenan dan melanggar norma agama. Untuk itu saya benar-benar meminta maaf. Ke depan saya akan menaati norma yang dijunjung dan dilindungi Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar Bondowoso semakin tangguh, dinamis, dan religius,” ujar Santi di hadapan para pengunjung.
Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian publik. Sebagian masyarakat menilai permintaan maaf itu sebagai bentuk tanggung jawab moral, sementara sebagian lainnya berharap polemik serupa tidak kembali terulang dalam agenda resmi pemerintah maupun kegiatan yang melibatkan ruang publik.
Digital Days Bondowoso 2026 sendiri berlangsung sejak 14 hingga 27 Juli 2026 dengan menghadirkan pameran UMKM, edukasi digital, bazar, hingga berbagai hiburan untuk masyarakat.
Namun, di tengah keberhasilan menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM, kontroversi penampilan DJ dan Go Go Dancer justru menjadi isu yang paling menyita perhatian publik sepanjang penyelenggaraan acara.
Kini, setelah permintaan maaf resmi disampaikan oleh inisiator acara, perhatian publik beralih pada langkah evaluasi yang akan diambil panitia maupun Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar kegiatan serupa ke depan tetap menghadirkan hiburan tanpa mengabaikan nilai budaya, norma agama, dan karakter daerah yang selama ini melekat pada Bondowoso.












