Scroll untuk membaca artikel
ArtikelPariwisata

Pesona P28 Bondowoso, Muncak Bareng Avuk di Ketinggian

545
×

Pesona P28 Bondowoso, Muncak Bareng Avuk di Ketinggian

Sebarkan artikel ini
p28
pesona puncak P28 Bomdowoso

Bondowoso, Sinar.co.id, Meski belum masuk dalam deretan wisata alam yang orbit pada daftar Ijen Geopark yang sudah terdaftar menjadi keanggotaan Unesco Global Geopark (UGG), pesona alam Patirina Puncak 28 (P28) di Bondowoso sangat layak menjadi tujuan berwisata.

Wana wisata alam Patirina Puncak 28 atau yang akrab dikenal P28 yang resmi ditemukan sekitar Agustus tahun 2016 silam, tepatnya berada di Jl. Patirana, dusun Patirana, desa Wonosari, kecamatan Grujugan, kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Pesona P28 Bondowoso, Muncak Bareng Avuk di Ketinggian

Dikatakan P28 mengingat puncak tersebut berada dalam kawasan perhutani tepatnya di puncak bukit petak 28 yang selain menyuguhkan keasrian alam juga sunrise dan sunset yang menjadi primadonanya.

Selain sunrise dan sunset, pemandangan lain yang dapat dinikmati di sana adalah pemandangan perbukitan yang ada di sekitar puncak bukit P28. Suasana cukup sejuk yang disebabkan ketinggiannya.

Rute untuk sampai ke wisata pesona P28 harus melewati desa Dadapan terlebih dahulu yang berada di daerah jalan raya Jember-Bondowoso, kemudian diteruskan ke barat menuju ke desa Wonosari lanjut ke dusun Patirana dengan jarak kurang lebih 6-7 km.

Baca Juga :   Dukung Ijen Geopark, PHIG Buka Peluang Luas Pelaku Seni dan Budaya Bondowoso

Ada dua pilihan untuk sampai ke wisata pesona P28 yang berada di puncak bukit yakni, dengan memarkirkan kendaraannya di bawah atau dengan tetap menaiki sepeda motor sampai di tempat peristirahatan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir kedua, bila para pengunjung tidak terlalu ingin kelelahan.

Jika memilih berjalan kaki, para pengunjung akan disuguhi pemandangan yang indah, meskipun sedikit melelahkan, disebabkan rutenya yang cukup menanjak, karena jarak parkiran yang berada di bawah dengan wisata pesona P28 kurang lebih 1,2 km.

Rute dikelilingi oleh pohon karet serta jurang yang berada di sisi barat dan berseberangan dengan lereng bukit sebelah kiri dan kanan.

Setelah berjalan sekitar 700 m, terdapat tangga yang bernama tangga cinta, setelah melewati tangga tersebut, akan sampai ditempat parkir kedua yang juga dijadikan tempat istirahat bagi para pengunjung yang memilih tetap menaiki sepeda motornya.

Di dekat tempat parkir tersebut terdapat batu susun yang mungkin dapat dijadikan objek peristirahatan sekaligus tempat foto. Rute setelah tempat tersebut cukup berbahaya, disebabkan jalan yang cukup menanjak dan berbelok serta jarak dari parkiran yang kedua sekitar 300 m, jadi alangkah lebih baik khususnya para pengunjung yang jarang menaiki gunung untuk terlebih dahulu memulihkan staminanya di tempat parkir sebelumnya.

Baca Juga :   Apa Sih Manfaat Ijen Geopark Masuk UGG 09/09 ? Simak Yuk

Setelah sampai di atas, meskipun kebanyakan para pengunjung sudah merasa kelelahan namun, suasana yang sejuk dan pemandangan perbukitan hijau, dapat mengobati kelelahan.

Meski lelah mendaki, menurut wisatawan asal tiongkok, Liong Avuk, ia merasa terpukau dan mengesankan saat berada di puncak yang menyuguhkan pesona alam bak berada di atas awan.

“Sangat istimewa saat melihat gumpalan awan dan ratusan puncak gunung. Suguhan alam ini melunaskan setiap kelelahan saat mendaki,” kata Liong Avuk yang terbata-bata menggunakan bahasa Indonesia pada Selasa, (18/06/2024).

Pesona Wisata Alam P28 Bondowoso

p28

Diketahui, wana wisata P28 mempunyai luas 90 m2, terdapat dua gardu yang dapat dijadikan sebagai tempat istirahat. Saat pagi hari dari tempat ini dapat melihat sunrise dan untuk menikmati sunset, para pengunjung dapat melihat pemandangan tersebut yang berada di atas deretan bukit-bukit.

Baca Juga :   Meditasi Menciptakan 1 Ketenangan Melalui Tradisi Spiritual

Bagi para pengunjung yang menginginkan pemandangan lebih bagus sekaligus menantang dapat meneruskan jalan menanjak yang berada di barat gardu yang menjadi batas jalan, di situ banyak tumpukan batu besar sebab berada tepat di bawah puncak yang aksesnya dilarang karena berbahaya.

Namun bagi pengunjung yang phobia ketinggian lebih di sarankan untuk tidak meneruskan perjalan ke batas jalan tersebut.

Bagi pengunjung yang sudah menaiki tumpukan batu tersebut atau bagi yang tidak menginginkan naik, dapat menelusuri jalan yang berada di sisi pinggiran puncak yang aksesnya dilarang tersebut.

Saat menelusuri jalan tersebut, sisi kanan terdapat lereng yang cukup curam namun, karena di sisi seberang terdapat deretan tiga bukit atau anak gunung yang indah, para pengunjung mungkin akan terlena, di sisi kiri yang merupakan dinding puncak, terbuat dari susunan batu yang tersusun rapi.

Ikuti update berita terbaru di Google News sinar.co.id


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page