Bondowoso, sinar.co.id,- Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus digencarkan oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso. Tak sekadar wacana, dinas ini kini “jemput bola” dengan meluncurkan tiga program strategis yang menyasar penguatan sistem eksternal dan internal.
Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, menegaskan bahwa tuntutan peningkatan PAD menjadi dorongan utama lahirnya inovasi tersebut. Salah satu langkah konkret adalah penerapan sistem pembayaran tiket wisata dan sarana prasarana olahraga secara tunai maupun non-tunai.
“Kami ingin pelayanan yang cepat, transparan, dan bisa dipantau secara real time. Karena itu, kami berkolaborasi dengan Bank Jatim untuk mengoptimalkan pembayaran digital,” ujarnya.
Kini, hampir seluruh objek daya tarik wisata (ODTW) di Bondowoso telah dilengkapi tiga metode pembayaran. Pengunjung dapat menggunakan QRIS bagi yang memiliki dompet digital. Sementara bagi yang masih menggunakan uang tunai, transaksi tetap tercatat melalui mesin EDC yang langsung terhubung ke sistem perbankan.
“Jadi meskipun bayar cash, tetap masuk sistem. Ini untuk memastikan transparansi dan meminimalisir potensi kebocoran,” tambahnya.
Namun demikian, untuk lokasi wisata yang terkendala jaringan, sistem tiket manual masih diberlakukan. Meski begitu, pengawasan tetap diperketat dengan melibatkan peran aktif pengunjung.
“Kami imbau, setelah terima tiket, pengunjung memastikan tiketnya dirobek dan dibuang ke tempat sampah. Ini bagian dari tiga lapis pengamanan dan kebersihan locus yang kami terapkan,” jelasnya.
Tak hanya di sektor pariwisata, sistem serupa juga mulai diterapkan pada sarana prasarana olahraga. Misalnya, penggunaan lapangan tenis di Gelora Pelita kini diarahkan menggunakan pembayaran QRIS yang langsung masuk ke kas daerah.
“Semua tercatat rinci per lokasi, sehingga akuntabilitasnya jelas,” katanya.
Selain pembenahan sistem transaksi, Disparbudpora juga membuka kanal pengaduan masyarakat melalui hotline WhatsApp di nomor 085188309571. Layanan ini dirancang agar mudah diakses dan responsif, tidak hanya untuk pengaduan tetapi juga informasi seputar layanan dinas.
“Layanan ini dimaksimalkan selalu siaga, masyarakat bisa menghubungi kapan saja, baik untuk menyampaikan keluhan maupun mendapatkan informasi,” ungkapnya.
Upaya Peningkatan Layanan Internal Disparbudpora
Di sisi internal, pembenahan juga dilakukan melalui audit dan evaluasi kinerja secara rutin setiap bulan, termasuk audit laporan keuangan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga konsistensi pelayanan sekaligus memperkuat tata kelola yang bersih dan profesional.
Dengan tiga inisiasi tersebut, digitalisasi pembayaran, layanan pengaduan terbuka, serta evaluasi internal berkala, Disparbudpora Bondowoso optimistis mampu meningkatkan PAD sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan sektor pariwisata dan olahraga.












