Bondowoso, sinar.co.id,- Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bondowoso sepanjang 2025 meningkat signifikan dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah. Total kunjungan tercatat sekitar 637 ribu orang, termasuk 63 ribu wisatawan mancanegara, atau rata-rata 175 kunjungan per hari.
Plt Kepala Disparbudpora Bondowoso, Andrie Antonio Zola, menyebut tren ini sebagai sinyal kuat kebangkitan pariwisata daerah.
“Jumlah kunjungan naik dan berdampak langsung pada pergerakan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).
Dampak Kunjungan Wisatawan
Pendapatan retribusi wisata hingga akhir 2025 terealisasi sekitar Rp400 juta dari target Rp600 juta, tetap menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Menurut Andrie, tidak semua destinasi masuk Pendapatan Hasil Daerah karena sebagian dikelola bersama Perhutani dan pihak swasta.
Memasuki 2026, meski menghadapi efisiensi anggaran, Disparbudpora tetap mendorong event pariwisata melalui kolaborasi dengan pihak ketiga. Selain itu, Bondowoso juga bersiap menghadapi revalidasi Geopark pada Mei–Juni 2026 sebagai momentum penguatan pariwisata regional dan nasional.

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriono, menilai kenaikan kunjungan wisata sebagai indikator keberhasilan pembangunan.
“Pariwisata bukan hanya retribusi, tapi bagaimana ekonomi bergerak dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya.












