Scroll untuk membaca artikel
Artikel

Jenis Retak Ini Bisa Melemahkan Bangunan! Ketahui Penyebab dan Solusinya

Redaksi
624
×

Jenis Retak Ini Bisa Melemahkan Bangunan! Ketahui Penyebab dan Solusinya

Sebarkan artikel ini
retak

Jenis Keretakan Dinding yang Perlu Diwaspadai

  1. Retak Rambut
  2. Retak Karena Tekanan
  3. Keretakan Vertikal dan Horizontal
  4. Munculnya Dinding yang Menggelembung

Penyebab Munculnya Keretakan pada Bangunan Anda

  1. Lokasi Hunian
  2. Kualitas Dinding
  3. Waterproofing Tidak Maksimal

Lindungi Bangunan dari Retak dengan Waterproofing Sika!

Jenis Retak Ini Bisa Melemahkan Bangunan! Ketahui Penyebab dan Solusinya

retak

Keretakan pada bangunan memang bisa melemahkan. Jika dibiarkan, hal ini bisa berakibat buruk pada struktur. Bahkan, nilai bangunan juga kian menurun. Perlu diketahui, keretakan memiliki beragam jenis.

Mulai retak kecil yang hampir tak terlihat hingga celah cukup besar, semua harus diperhatikan dengan matang. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui penyebab retak ini sehingga sumber masalah bisa diatasi!

Jenis Keretakan Dinding yang Perlu Diwaspadai

Jika diperhatikan, retak yang muncul pada dinding memang memiliki beberapa perbedaan. Penyebab yang ada juga berbeda. Untuk mengatasinya, Anda perlu tahu jenis keretakan yang kerap terjadi, seperti:

1. Retak Rambut

Retak rambut menjadi jenis yang kerap diabaikan. Kondisi ini terlihat sepele, padahal menjadi tanda awal masalah pada bangunan. Retak rambut memiliki bentuk garis sangat tipis, menyerupai helaian rambut, dengan lebar kurang dari satu milimeter.

Retakan ini umumnya muncul di permukaan plester atau acian dinding. Penyebabnya beragam, mulai dari penyusutan material, proses pelapisan yang tidak sempurna, hingga perubahan suhu.

Secara struktur, retak rambut memang belum membahayakan kekuatan bangunan. Namun, dampaknya tidak bisa diabaikan begitu saja. Retakan ini dapat menjadi jalur masuk air, terutama saat hujan.

2. Retak Karena Tekanan

Selanjutnya, ada juga retak yang disebabkan karena tekanan. Jenis ini sering berkaitan langsung dengan kondisi struktur. Retak karena tekanan biasanya ditandai dengan garis yang lebih tegas dan jelas dibanding retak rambut.

Baca Juga :   Penguasa Astral Pantai Payangan Hingga Diburu Banyak Spiritualist

Retak ini cenderung memanjang, baik vertikal, horizontal, maupun diagonal. Retakan juga muncul akibat adanya pergerakan tanah atau tekanan dari struktur lain seperti balok dan kolom.

Dalam beberapa kasus, retak tampak mengikuti arah gaya tekan yang bekerja pada dinding. Jika dibiarkan, retakan dapat semakin melebar dan memicu kerusakan lanjutan. Stabilitas dinding pun bisa terganggu.

3. Keretakan Vertikal dan Horizontal

Keretakan vertikal biasanya muncul memanjang dari atas ke bawah dinding. Retak ini terjadi akibat penurunan tanah yang tidak merata atau pergerakan pondasi. Sementara itu, keretakan horizontal sering ditemukan di tengah atau bagian bawah dinding.

Retak horizontal sering dipicu oleh beban berlebih atau dorongan dari struktur lain. Karakter kedua retakan ini cukup mudah dikenali karena polanya jelas dan cenderung konsisten.

Dampaknya tidak bisa dianggap ringan. Keretakan dapat berkembang dan mempengaruhi kestabilan dinding jika terus melebar.

4. Munculnya Dinding yang Menggelembung

Dinding menggelembung juga harus diwaspadai. Kondisi ini ditandai dengan permukaan yang tampak menonjol, tidak rata, dan terasa kopong saat diketuk.

Masalah ini juga terjadi akibat kelembaban, rembesan air, atau kualitas plester. Air yang terjebak di dalam dinding menyebabkan lapisan cat atau plester terangkat perlahan.

Dalam beberapa kasus, gelembung dapat disertai retakan halus di sekitarnya. Salah satu dampak yang paling terlihat dari masalah ini adalah penurunan estetika bangunan karena permukaan dinding yang rusak.

Jenis retak di atas kini sebaiknya ditangani sejak awal. Dengan begitu, bangunan Anda tak terkena dampak lebih lanjut.

Penyebab Munculnya Keretakan pada Bangunan Anda
retak

Baca Juga :   Cafe Macau Hadir Jadi Tempat Nongkrong & Adu Gengsi di Bondowoso

Selain penyebab umum yang telah disinggung dari setiap jenis retak, ada beberapa faktor utama yang mempengaruhinya. Berikut beberapa faktor yang perlu Anda ketahui agar dapat mencegah atau memperbaiki dengan maksimal.

1. Lokasi Hunian
Hunian di daerah dengan kontur tanah labil memiliki risiko pergerakan tanah yang lebih tinggi. Perubahan kondisi tanah ini sering terjadi secara perlahan dan tidak langsung terlihat.

Akibat yang bisa dilihat adalah dinding mengalami keretakan. Selain itu, hunian yang berada di kawasan rawan gempa juga lebih mudah mengalami retak pada dinding. Getaran kecil yang terjadi berulang dapat melemahkan struktur secara bertahap.

2. Kualitas Dinding
Dinding dengan mutu rendah biasanya menggunakan material yang tidak sesuai standar. Campuran semen dan pasir bisa terlalu kering atau terlalu lembek. Proses pengerjaan pun sering tidak rapi.

Plesteran tidak merata membuat permukaan cepat retak, cat mudah mengelupas, dan terasa rapuh saat disentuh. Retakan sering muncul dalam waktu singkat setelah bangunan selesai.

Dampaknya cukup merugikan. Retak kecil dapat berkembang menjadi retak yang lebih besar, sehingga kekuatan dinding Anda bisa berkurang.

3. Waterproofing Tidak Maksimal

Tak kalah penting, munculnya retak bisa disebabkan oleh cwaterproofing yang tidak maksimal karena perlindungan terhadap air tidak bekerja dengan baik. Kondisi ini biasanya terjadi pada area yang sering terpapar air seperti kamar mandi, dinding luar, atau atap. Oleh karena itu sangat penting memilih cat waterpoofing terbaik dari SIKA.

Karakteristik awalnya sering tidak langsung terlihat. Dinding tampak lembab, muncul bercak air, atau cat berubah warna. Air yang terus meresap perlahan mengurangi durabilitas material dinding.

Baca Juga :   Quo Vadis Kampanye Hitam kepada Faqih Al Haramain

Hal ini membuat ikatan antara semen dan agregat menjadi melemah. Dalam jangka waktu tertentu, kekuatan struktur ikut menurun. Retakan pun mulai muncul, baik halus maupun semakin jelas.

Jika dibiarkan, air akan terus masuk melalui celah retak tersebut. Kerusakan jadi berkembang lebih cepat.

Penyebab di atas bisa menjadi indikator penting untuk mengetahui kondisi bangunan Anda. Pastikan bangunan selalu terlindungi dari retak dan masalah lain yang akan muncul setelahnya.

Lindungi Bangunan dari Retak dengan Waterproofing Sika!

Salah satu solusi penting untuk mencegah keretakan adalah pengaplikasian lapisan anti bocor. Lapisan ini akan melindungi permukaan dari berbagai faktor dan melindungi struktur dengan baik karena mencegah air merembes masuk.

Tentu saja, perlindungan bisa Anda miliki bersama produk SikaCoat Plus. Produk ini memiliki kemampuan menutup retak, elastisitas yang tinggi, serta stabilitas UV yang sangat baik. Produk tersebut tahan alkali, kedap air, mudah diaplikasikan, dan dapat SikaCoat Plus. Produk ini memiliki kemampuan menutup retak, elastisitas yang tinggi, serta stabilitas UV yang sangat baik. Produk tersebut tahan alkali, kedap air, mudah diaplikasikan, dan dapat mengurangi waktu pengerjaan.

Kemampuan produk SikaCoat Plus tak bisa diragukan untuk melindungi bangunan. Sika adalah pencetus waterproofing semen pertama di Indonesia. Sika juga memiliki pengalaman selama 115 tahun dalam meng-handle proyek global seperti Jembatan Neutor, Jerman.

Sekarang, cek keretakan yang terjadi pada bangunan Anda. Seperti apa masalah yang muncul? Mari perbaiki dan berikan perlindungan maksimal bersama cat waterpoofing Sika!

 

by: https://sinar.co.id/

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp