Bondowoso, sinar.co.id,- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Negeri 2 (SMADA) Kabupaten Bondowoso. Dua siswa kelas XI berhasil menembus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Jawa Timur dan menjadi bagian dari momentum pengibaran Sang Merah Putih pada Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026).
Kedua siswa tersebut yakni Ranaya Aquerra Buditya, siswa kelas XI A2, dan Ahmad Akbar Arifin, siswa kelas XI A5. Keduanya menjadi wakil SMADA Bondowoso di tingkat provinsi setelah melewati proses pembinaan dan seleksi secara bertahap, mulai dari persiapan di lingkungan sekolah hingga seleksi tingkat Kabupaten Bondowoso.
Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso, Holifah Nurazizah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya atas capaian kedua siswanya tersebut. Hal itu disampaikannya usai mengikuti seremoni penyambutan kedatangan Paskibraka Provinsi Jawa Timur di Pendopo Bupati Bondowoso, Senin (24/8/2026).
Proses Siswa SMADA Menuju Paskibraka
Menurut Holifah, perjalanan kedua siswa tersebut menuju Paskibraka tingkat provinsi tidak berlangsung secara instan. Pembinaan justru telah dimulai sejak berada di sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler dan latihan yang turut mendapat pendampingan dari para kakak kelas yang sebelumnya pernah menjadi anggota Paskibraka.
“Anak-anak sering dilatih oleh kakak kelasnya yang dulu menjadi Paskib. Itu menjadi bagian dari persiapan awal sebelum mereka mengikuti seleksi di tingkat kabupaten,” ujar Holifah.
Dari proses pembinaan tersebut, sejumlah siswa kemudian mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten Bondowoso. Ranaya dan Ahmad berhasil melewati tahapan seleksi hingga akhirnya dipercaya mewakili Kabupaten Bondowoso pada level Provinsi Jawa Timur.
Setelah dinyatakan lolos seleksi kabupaten, pihak sekolah memberikan dispensasi kepada keduanya agar dapat lebih fokus mengikuti rangkaian latihan dan pembinaan Paskibraka. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan sekolah untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan potensi siswa dan tanggung jawab akademiknya.
Holifah menegaskan, SMADA Bondowoso berkomitmen memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai bakat, minat, dan potensinya. Dengan jumlah siswa yang besar, sekolah berupaya tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memfasilitasi berbagai talenta melalui kegiatan ekstrakurikuler.
“Bagi anak-anak yang memiliki bakat atau senang dengan kegiatan Paskibraka, tentu akan kami fasilitasi dan siapkan melalui ekstrakurikuler,” jelasnya.
Bagi Holifah, keberhasilan menjadi Paskibraka bukan sekadar pencapaian seremonial. Proses panjang yang harus dilalui menuntut kesiapan fisik sekaligus ketahanan mental yang kuat. Karena itu, pengalaman Ranaya dan Ahmad diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa SMADA lainnya.
Ia berharap kedua siswa tersebut mampu menjadi teladan bagi teman-temannya, terutama dalam hal kedisiplinan, dedikasi, tanggung jawab, dan semangat berproses.
“Menjadi pasukan pengibar bendera pusaka tidak mudah. Dibutuhkan ketahanan mental yang kuat, fisik yang tangguh, dan mental yang luar biasa. Kami berharap mereka menjadi teladan bagi teman-temannya,” katanya.
Tak hanya menjadi pengalaman berharga, prestasi Paskibraka juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masa depan para siswa, termasuk ketika mereka melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan. Holifah berharap semakin terbuka konektivitas antara pengalaman dan prestasi Paskibraka dengan peluang pendidikan maupun pengembangan karier generasi muda.
“Harapannya, kegiatan Paskib ini menjadi nilai plus bagi anak-anak. Mudah-mudahan pemerintah juga sudah memiliki konektivitas sehingga pengalaman Paskibraka dapat menjadi poin ketika anak ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan,” tuturnya.
Pada tahun 2026, sebanyak 18 siswa SMADA Bondowoso tercatat menjadi Paskibraka. Dua siswa berhasil menembus tingkat Provinsi Jawa Timur, sementara 16 siswa lainnya bertugas di tingkat Kabupaten Bondowoso.
Capaian tersebut sekaligus melanjutkan tradisi SMADA Bondowoso yang setiap tahun mengantarkan siswanya ke tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, setiap tahun selalu kita memberangkatkan ke tingkat provinsi,” kata Holifah.
Ia pun berharap capaian tahun ini menjadi pemantik semangat bagi generasi berikutnya. Targetnya bukan hanya mempertahankan tradisi pengiriman siswa ke tingkat provinsi, tetapi juga memperluas prestasi hingga tingkat nasional.
“Semoga tahun depan semakin banyak lagi yang lolos Paskibraka, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun mudah-mudahan sampai nasional,” pungkasnya.












