Bondowoso, sinar.co.id,- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kelompok peternak asal Kabupaten Bondowoso. Kelompok Ternak Beddoes Merah, Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, berhasil meraih Juara III Lomba Kelompok Peternak Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.
Capaian tersebut diumumkan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur pada Kamis (17/9/2026), melalui surat bernomor register 500.7/14782/122.5/2026. Sebelumnya, proses penilaian terhadap kelompok peserta dilaksanakan pada 15 September 2026.
Beddoes Merah Kebanggaan Bondowoso
Keberhasilan Beddoes Merah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bondowoso. Kelompok yang selama ini mendapatkan pembinaan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Bondowoso itu dinilai mampu menunjukkan tata kelola peternakan yang tidak hanya berorientasi pada budidaya, tetapi juga memperkuat kelembagaan dan inovasi usaha.
Ketua Kelompok Ternak Beddoes Merah, Andri Mustafa, menyampaikan apresiasi kepada Disnakan Bondowoso yang selama ini konsisten memberikan pendampingan kepada kelompoknya.
Menurut Andri, pendampingan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan kelompok hingga mampu menorehkan berbagai prestasi, termasuk keberhasilan menembus tiga besar tingkat Jawa Timur tahun ini.
“Dengan adanya pendampingan selama ini, kelompok ternak kami berhasil meraih berbagai prestasi, termasuk Juara III kelompok peternak terbaik tingkat Jatim saat ini,” ujar Andri.
Dalam kompetisi tersebut, penilaian tidak hanya bertumpu pada hasil produksi ternak. Tim penilai juga melihat secara langsung sejumlah aspek yang berkaitan dengan keberlangsungan dan profesionalitas pengelolaan kelompok.
Mulai dari pemaparan profil kelompok, penguatan kelembagaan, kondisi dan tata kelola kandang, manajemen pakan, hingga pengolahan limbah ternak menjadi bagian dari proses penilaian.
Sejumlah indikator lain turut menjadi perhatian, antara lain sektor hulu dan hilir, tata kelola budidaya, kekuatan kelembagaan, serta kemampuan kelompok dalam mengembangkan inovasi peternakan berbasis teknologi.
Andri menilai, kekompakan menjadi salah satu fondasi penting bagi kelompok dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha peternakan.
“Kesolidan pengurus dan anggota menjadi modal dasar dalam keberlanjutan usaha peternakan di tingkat lokal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disnakan Bondowoso, Hendri Widotono, mengatakan lomba kelompok peternak berprestasi bukan semata-mata ajang kompetisi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi dan evaluasi terhadap perkembangan kelompok peternak dalam membangun usaha yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Menurutnya, tim penilai dari tingkat Provinsi Jawa Timur melakukan penilaian secara komprehensif dengan langsung turun pada lokasi peternakan. Aspek yang diperiksa mencakup kelembagaan, manajemen usaha, administrasi, inovasi, serta kontribusi kelompok terhadap peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat di sekitarnya.
“Semoga melalui kegiatan ini, Kelompok Ternak Beddoes Merah dapat menjadi inspirasi bagi kelompok ternak lainnya dalam memajukan sektor peternakan di Kabupaten Bondowoso,” pungkas Hendri.
Prestasi Beddoes Merah sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan kelembagaan, pendampingan berkelanjutan, inovasi, dan kekompakan anggota dapat menjadi fondasi penting bagi pengembangan usaha peternakan di tingkat desa hingga mampu bersaing di level regional hingga Internasional.












