Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Anggaran Dipangkas Rp2 Miliar, Kinerja Inspektorat Bondowoso Terancam Terganggu

Redaksi
609
×

Anggaran Dipangkas Rp2 Miliar, Kinerja Inspektorat Bondowoso Terancam Terganggu

Sebarkan artikel ini
Anggaran
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bondowoso, Gina Belanza Mulia usai rakor (03/11)

Bondowoso, sinar.co.id,- Keterbatasan fiskal Kabupaten Bondowoso mulai berdampak terhadap kinerja sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satu yang menjadi sorotan adalah Inspektorat Kabupaten Bondowoso, yang justru harus menghadapi pengurangan anggaran di tengah pentingnya fungsi pengawasan internal pemerintahan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bondowoso, Gina Belanza Mulia, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius. Sebab, Inspektorat memiliki tanggung jawab strategis dalam pembinaan dan pengawasan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai aturan.

Anggaran Inspektorat

Gina mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, anggaran Inspektorat dalam APBD 2026 sebesar Rp8,1 miliar. Namun, angka tersebut baru memenuhi sekitar 66,67 persen dari kebutuhan anggaran ideal.

Baca Juga :   LKPJ 2025 Disampaikan, Ekonomi Bondowoso Tumbuh 5,32 Persen

Ironisnya, pada 2027 anggaran tersebut kembali diproyeksikan berkurang sekitar Rp2 miliar. Jika pengurangan itu terealisasi, pemenuhan kebutuhan anggaran ideal Inspektorat diperkirakan merosot hingga sekitar 50 persen.

“Kalau anggarannya dipotong sedemikian rupa, jelas akan berdampak dan menghambat kinerja Inspektorat. Padahal, Inspektorat ini menjaga marwah dan wajah Pemerintah Kabupaten Bondowoso, khususnya dalam pembinaan dan pengawasan,” tegas Gina, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga :   Cuaca Ekstrim Rabu Kliwon 19/03 di Bondowoso

Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah semestinya tidak membuat kebutuhan pengawasan internal pemerintah terabaikan. Apalagi, optimalisasi peran Inspektorat menjadi salah satu instrumen penting untuk mencegah penyimpangan sekaligus menjaga kualitas tata kelola pemerintahan.

Ia khawatir, minimnya dukungan anggaran akan membuat sejumlah program pengawasan dan pembinaan tidak berjalan maksimal. Padahal, pengawasan yang kuat dibutuhkan untuk memastikan setiap program pemerintah dilaksanakan secara efektif dan sesuai ketentuan.

Gina menegaskan, kebutuhan anggaran yang benar-benar mendesak harus tetap menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan fiskal daerah. Menurutnya, jangan sampai efisiensi anggaran justru melemahkan lembaga yang memiliki fungsi penting dalam mengawal jalannya pemerintahan.

Baca Juga :   Tim Gabungan Penegak Perda Bondowoso Kembali Tertibkan APK Pelanggar 12/01

“Kami akan coba usahakan agar kebutuhan yang benar-benar krusial tetap mendapatkan perhatian. Jangan sampai keterbatasan anggaran justru menghambat fungsi pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp