Bondowoso, sinar.co.id,- Ada yang menarik dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis Pon, 8 Oktober 2026. Bukan sekadar nasi dan lauk, sajian di SPPG Bondowoso Jambesari, Desa Tegal Pasir, menghadirkan lele crispy sebagai menu utama yang dipadukan dengan tempe kecap, nasi putih, tumis wortel dan jagung, serta buah kelengkeng.
Tanggal 8 Oktober 2026 memang bertepatan dengan Kamis Pon, salah satu kombinasi hari dan pasaran dalam penanggalan Jawa.
Namun, di balik tekstur lele yang renyah, menu tersebut menyimpan pesan yang lebih penting: makanan bergizi tidak harus tampil rumit untuk menggugah selera.
Ahli Gizi Mitra Mandiri Magdalena ABK Group, Widi Pawesti, S.Tr.Gz., mengatakan pemilihan menu seperti lele crispy dapat menjadi salah satu cara menghadirkan sumber protein hewani dalam bentuk yang lebih menarik bagi penerima manfaat.
“Lele merupakan sumber protein hewani yang dapat menjadi bagian dari menu makan bergizi. Pengolahannya menjadi crispy juga bisa membuat lauk lebih menarik, terutama bagi anak-anak, dengan tetap memperhatikan porsi dan cara pengolahan,” ujar Widi Pawesti.
Dalam satu kotak makanan, lele tidak berdiri sendiri. Tempe kecap memberikan tambahan protein nabati, sementara nasi menjadi sumber karbohidrat. Kombinasi wortel dan jagung menambah unsur sayuran sekaligus memberikan warna pada sajian. Sebagai penutup, kelengkeng menjadi pilihan buah yang memberikan rasa manis alami.
Komposisi tersebut membuat satu porsi makanan terlihat sederhana, tetapi memiliki beberapa kelompok pangan sekaligus.
Berdasarkan informasi kandungan gizi pada menu, porsi kecil menyediakan sekitar 454,5 kkal energi, 22,5 gram protein, 18,7 gram lemak, 52,2 gram karbohidrat, dan 3,4 gram serat. Sementara porsi besar tercatat mengandung sekitar 627,6 kkal energi, 24,9 gram protein, 23,9 gram lemak, 80,8 gram karbohidrat, dan 3,7 gram serat.
Widi menambahkan, keberagaman komponen dalam satu piring menjadi bagian penting dalam membangun pola makan yang lebih seimbang.
“Yang penting bukan hanya satu jenis makanan, tetapi bagaimana berbagai bahan pangan saling melengkapi. Ada sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah dalam satu sajian,” jelasnya.
Kamis Pon, Bukan Sekadar Weton
Bagi masyarakat Jawa, Kamis Pon memiliki nilai budaya tersendiri. Dalam penanggalan Jawa, 8 Oktober 2026 tercatat sebagai 25 Bakdamulud 1960, dengan weton Kamis Pon dan neptu 15.
Nuansa Kamis Pon kali ini pun terasa berbeda ketika dikaitkan dengan sepiring makanan bergizi. Jika tradisi Jawa mengenal makanan sebagai bagian dari kehidupan dan kebersamaan, program MBG menghadirkan makanan sebagai bagian dari upaya mendukung kebutuhan gizi masyarakat.
Lele crispy akhirnya bukan hanya soal lauk yang gurih dan renyah. Di dalam satu kotak makan, ada protein, karbohidrat, sayuran, buah, serta tambahan protein nabati yang disusun untuk menjadi santapan yang lebih lengkap.
Menu tersebut sekaligus menunjukkan bahwa makanan bergizi bisa dikemas dengan cara yang dekat dengan selera sehari-hari.
“Harapannya, makanan bergizi bukan hanya memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga dinikmati dan diterima dengan baik oleh penerima manfaat. Ketika menu sehat dibuat menarik, peluang untuk dikonsumsi dengan baik tentu menjadi lebih besar,” kata Widi.
Kamis Pon pun menjadi lebih dari sekadar penanda kalender. Di meja makan, hari itu hadir bersama seporsi lele crispy—renyah rasanya, beragam gizinya, dan sederhana pesannya: makan bergizi tidak harus membosankan.
Catatan redaksi: Kutipan langsung di atas sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada Widi Pawesti sebelum dipublikasikan sebagai pernyataan wawancara langsung.












