Bondowoso, sinar.co.id,- Momentum haul ke-5 pendiri Pondok Pesantren Nurul Falah, almarhum KH. Abdullah, MH, dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa Jeruk Soksok, Kecamatan Binakal. Tak hanya menjadi ajang doa bersama, kegiatan yang digelar di halaman MI Nurul Falah, Minggu (12/04/2026), ini juga menghadirkan layanan administrasi kependudukan (adminduk) yang disambut antusias ratusan warga.
Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi untuk mengurus berbagai dokumen penting. Mulai dari pencetakan KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, hingga perbaikan data seperti nama, alamat, dan tanggal lahir.
Anggota Komisi I DPRD Bondowoso, Ahmadi, yang juga merupakan alumni Ponpes Nurul Falah, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan inisiatif para alumni guna menjawab kebutuhan santri dan masyarakat sekitar.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bondowoso untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Momentum haul ini sangat tepat karena banyak santri, wali santri, dan alumni yang berkumpul,” ujar Ahmadi.
Pengumuman Layanan Adminduk Sebelum Haul
Ahmadi Politisi PPP yang juga menjabat Ketua Majelis Ta’lim Alumni Ponpes Nurul Falah “Ashfiya’” itu menambahkan, informasi terkait layanan adminduk telah disosialisasikan jauh hari sebelum acara Haul. Hal ini membuat masyarakat datang dengan persyaratan lengkap, sehingga proses pelayanan berjalan lebih cepat dan efisien.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispenduk Bondowoso, Sulestiono, S.IP., M.Si., menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi “jemput bola” untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Ketika ada permintaan, kami harus hadir. Pelayanan tidak hanya di kantor, tetapi juga menyasar pesantren, sekolah, hingga masyarakat umum,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran layanan adminduk di lingkungan pesantren sangat membantu, khususnya bagi para santri yang selama ini harus pulang ke daerah asal untuk mengurus dokumen kependudukan.
“Dengan adanya layanan ini, santri tidak perlu lagi izin pulang hanya untuk mengurus identitas. Ini tentu lebih efisien dan memudahkan,” imbuhnya.
Sulestiono juga mengungkapkan bahwa Dispenduk Bondowoso memiliki tim khusus yang secara rutin turun langsung ke lapangan, termasuk ke desa, sekolah, pesantren, hingga fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas.
“Kami bahkan melakukan perekaman data bagi pasien rawat inap. Pemerintah mendorong masyarakat untuk segera mengurus administrasi kependudukan, jangan menunggu saat kondisi darurat,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik dapat dikemas secara humanis dan dekat dengan masyarakat. Perpaduan antara kegiatan keagamaan dan pelayanan administratif ini pun dinilai efektif menjangkau warga hingga ke pelosok desa.












