Bondowoso, sinar.co.id,- Menjelang tim Wakil Gubernur Jawa Timur, Jawa Timur, Lintas Instansi Pemerintah Kabupaten Bondowoso bergerak cepat melakukan monitoring langsung di lokasi ambruknya Jembatan Sentong, Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, Rabu (25/02/2026).
Lintas Instansi
Bupati Bondowoso turun bersama jajaran lintas instansi, di antaranya BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas BSBK, Polres Bondowoso, Polsek Kota Bondowoso serta, warga sekitar untuk memastikan situasi pasca kejadian tetap terkendali.
Kepala Dinas Perhubungan Bondowoso, Sigit Purnomo, menegaskan bahwa, pengamanan jalur menjadi prioritas utama guna mencegah potensi kecelakaan di sekitar titik jembatan yang ambruk. Petugas telah memasang rambu-rambu peringatan serta menerapkan rekayasa lalu lintas sebagai langkah antisipatif.
“Kami sudah melakukan pengamanan maksimal, termasuk pengalihan arus kendaraan. Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama,” ujarnya di lokasi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menjelaskan bahwa tim gabungan langsung melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi penyebab ambruknya jembatan sekaligus memetakan dampak yang ditimbulkan.
“Sejak pagi kami melakukan monitoring dan asesmen. Cuaca saat ini berawan dan kondisi relatif aman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan lanjutan,” ungkapnya.
Hingga saat ini, area sekitar jembatan telah disterilkan untuk menghindari risiko lanjutan. Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan proses penanganan darurat hingga perencanaan perbaikan akan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas dan mobilitas masyarakat tidak terganggu dalam waktu lama.
Masyarakat pun diminta tetap waspada serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah selama proses penanganan berlangsung.












