Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Anggaran Rp17,5 Miliar Disiapkan, Pembangunan Jembatan Sentong Dipercepat

Redaksi
345
×

Anggaran Rp17,5 Miliar Disiapkan, Pembangunan Jembatan Sentong Dipercepat

Sebarkan artikel ini
anggaran
Kepala BSBK Bondowoso, Ansori, saat dikonfirmasi usai dampingi Wagub Jatim (25/02)

Bondowoso, sinar.co.id,- Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan percepatan pembangunan ulang Jembatan Sentong dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp17,5 miliar. Kepastian itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat meninjau langsung lokasi bersama Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid dan Wakil Bupati KH As’ad Yahya Syafi’i, Rabu (25/2/2026).

Jembatan yang telah berusia lebih dari satu abad itu ambrol dan kini tak lagi bisa dilalui. Semula proyek dijadwalkan mulai April 2026, namun dengan kondisi darurat, pelaksanaan dimajukan dan ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat, bertepatan dengan Ramadan.

Baca Juga :   Desa Gubrih Menjadi Satu-satunya Penerima Penghargaan Desa Berseri di Bondowoso

“Karena sudah tidak bisa digunakan, maka kita percepat. Anggaran sudah kami siapkan Rp17,5 miliar dan seluruh proses perencanaan hingga lelang ditangani provinsi,” tegas Emil.

Kapasitas Bangunan Dengan Anggaran Rp17,5 miliar

Jembatan pengganti akan dibangun dengan konstruksi balok girder yang lebih kuat dan modern. Lebarnya diperluas dari 9 meter menjadi 14 meter, dengan bentang sekitar 50 meter. Estimasi pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan.

Meski dikebut, Emil menekankan kualitas tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah ingin jembatan baru mampu bertahan puluhan hingga bahkan seratus tahun ke depan.

Baca Juga :   Hakordia 2025; Forkopimda Bondowoso Ikuti Penyuluhan Hukum

Selama proses pembangunan, akses akan ditutup total, termasuk bagi pejalan kaki, karena dilakukan pembongkaran menyeluruh hingga pembangunan fondasi baru.

Keselamatan Jadi Prioritas

Kepala BSBK Bondowoso, Ansori, menegaskan percepatan dilakukan demi keselamatan masyarakat. Menurutnya, kondisi jembatan lama sudah tidak layak dilintasi sehingga langkah cepat menjadi keharusan.

“Keselamatan warga yang utama. Tapi mutu konstruksi tetap kami jaga ketat,” ujarnya.

Jalur Alternatif dan Dampak Ekonomi

Sebagai solusi sementara, masyarakat diarahkan melewati jalan kabupaten. Sejumlah titik berlubang tengah diperbaiki, dan Dinas PU Provinsi Jawa Timur membuka peluang bantuan material aspal untuk mempercepat penanganan.

Baca Juga :   Dari Serabutan Jadi Tulang Punggung Dapur Bergizi: Warga Wonosuko Panen Berkah Program MBG

Pemerintah daerah juga mengkaji dampak ekonomi akibat penutupan total jembatan, termasuk bagi pelaku usaha dan mobilitas warga sekitar.

Dengan dukungan anggaran Rp17,5 miliar dan sinergi lintas pemerintah, pembangunan ulang Jembatan Sentong diharapkan menjadi momentum menghadirkan infrastruktur yang lebih aman, modern, dan berdaya tahan tinggi bagi masyarakat Bondowoso.

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp