Bondowoso, Sinar.co.id,- Dipimpin langsung PJ Bupati Bondowoso, jajaran Pemerintah Kabupaten, gelar inspeksi mendadak ( sidak ) atas kelangkaan Gas elpiji kepada salah satu agen / distributor di wilayah kecamatan Tenggarang pada Sabtu, (6/4/2024).
Diketahui sidak kali ini, merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat atas munculnya problem kelangkaan gas elpiji subsidi menjelang lebaran idul ftri 1445 H.
Terpantau di sejumlah tempat, tidak hanya terjadi kelangkaan bahkan, muncul juga keluhan atas gas tabung melon tersebut, dijual dengan harga tinggi hingga mencapai Rp. 35.000.
Dalam sidak kali ini, sempat terjadi mis komunikasi antara pihak Pemkab Bondowoso dengan admin agen. Dimana saat diminta keterenagan, admin agen mengaku jika yang ada dalam gudang agen hanya gas kosong dan tidak ada Gas isi.
Namun, demikian tim PJ Bupati Bondowoso mendapati ratusan tabung gas isi yang ternyata setelah di cek lebih lanjut gas isi tersebut baru masuk dan siap dikirim tanpa diketahui admin.
Hasil Sidak
Disampaikan PJ Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Haeriah Yuliati, setelah dilakukan sidak disimpulkan jika kelangkaan gas kali ini, disebabkan karena kebutuhan masyarakat atas gas yang meningkat menjelang lebaran dan bukan karena adanya p3nimbunan
“Jadi, biasanya 1 tabung gas dipakai bisa 1 minggu, karena kebutuhan di bulan Ramadhan ini meningkat, hanya bisa dipakai 3 hari. Belum lagi ditambah dengan adanya aktifitas UMKM,” jelasnya.
Menurut PJ Sekda Haeriah, pihaknya merasa bersyukur atas dikabulkannya permintaan Pemkab Bondowoso untuk tambahan kuota gas elpiji kepada Pertamina yang sudah terealisasi sekitar seminggu yang lalu.
Ditanya terkait harga gas di pangkalan dan pengecer, Haeriah menghimbau agar tidak ada oknum yang memanfaatkan momen ini untuk mempermainkan harga.
“Kalau terkait sangsi (kepada oknum yang memainkan harga) itu bukan ranah kami tapi, ranahnya APH (Aparat Penegak Hukum). Ketika terjadi penyimpangan maka tentu APH tidak akan diam,” pungkasnya.
https://www.tiktok.com/@sinar.co.id//












