Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Festival Muharram 2026 Ditutup, Perputaran Ekonomi Capai Rp3 Miliar dan Buka Peluang Ekspor ke Mesir

Redaksi
334
×

Festival Muharram 2026 Ditutup, Perputaran Ekonomi Capai Rp3 Miliar dan Buka Peluang Ekspor ke Mesir

Sebarkan artikel ini
Muharram
Penyerahan berbagai penghargaan atas juara dalam mengisi Festival Muharram 1448 H oleh Wakil Bupati Bondowoso.

Bondowoso, sinar.co.id,- Festival Muharram 2026 resmi ditutup pada Kamis malam (25/6/2026), menandai berakhirnya rangkaian kegiatan keagamaan, budaya, sosial, dan ekonomi yang berlangsung selama hampir tiga pekan di Kabupaten Bondowoso.

Multi Efek Festival Muharram Gapai Rupiah

Tidak sekadar menjadi perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, beragam giat festival tahun ini berhasil mencatat perputaran ekonomi masyarakat hingga sekitar Rp3 miliar serta membuka peluang kerja sama perdagangan internasional.

Penutupan festival ditutup Wakil Bupati Bondowoso, dan dihadiri Sekretaris Daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para mitra strategis, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga insan media.

Dalam laporan panitia, Festival Muharram 2026 menjadi salah satu agenda daerah yang berhasil memadukan syiar Islam dengan penguatan ekonomi syariah.

Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari program Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (SAMARA) hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Bank Indonesia.

Baca Juga :   Klarifikasi BRI Bondowoso Jawab Pendemo Terkait Layanan Pinjaman KUR

“Festival Muharram bukan hanya ruang perayaan keagamaan, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah, serta pengembangan industri halal,” disampaikan dalam laporan panitia pada acara penutupan.

Festival yang berlangsung sejak 8 hingga 25 Juni 2026 tersebut menghadirkan puluhan kegiatan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, pondok pesantren, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat luas.

Melalui program Road to Fesyar SAMARA, Bank Indonesia menghadirkan berbagai kegiatan seperti pelatihan digitalisasi pesantren, tabligh akbar dan majelis sholawat, showcase UMKM dan industri halal, seminar ekonomi pesantren, Sharia Innovation for Youth, hingga Samara Run yang diikuti lebih dari seribu peserta.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar beragam agenda yang menarik perhatian publik, mulai dari pameran lukisan, khatmil Qur’an, pawai lampion, sosialisasi sertifikasi halal, pagelaran rakyat, Festival Jejak Purba Bondowoso, pameran produk unggulan dan bazar UMKM, fashion show busana muslim, pertunjukan seni budaya Islami, kontes ternak, hingga Senandung Sholawat bersama tokoh internasional asal Mesir, Mursyid Mostafa Atef.

Baca Juga :   Saat Fajar Belum Menyingsing, Perjuangan Pekerja MBG di Tegal Pasir Menopang Asa Banyak Keluarga

Salah satu capaian yang mendapat perhatian khusus adalah program layanan kesehatan gratis yang berhasil menjangkau 2.202 warga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 162 orang memperoleh layanan operasi katarak tanpa biaya.

Tidak hanya berdampak pada sektor sosial dan ekonomi, kehadiran Mursyid Mostafa Atef juga dinilai membawa peluang baru bagi Bondowoso. Kunjungan tokoh asal Mesir tersebut membuka jaringan promosi yang berpotensi mendukung pemasaran produk unggulan daerah ke pasar internasional, khususnya Mesir.

Panitia mencatat nilai transaksi langsung selama pelaksanaan Festival Muharram mencapai sekitar Rp3 miliar. Angka tersebut berasal dari aktivitas perdagangan para pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam festival maupun usaha masyarakat di sekitar kawasan Alun-Alun Bondowoso.

Baca Juga :   PKB dan BBNKB 2026 Tidak Naik, Bapenda Bondowoso Ajak Warga Manfaatkan Kesempatan

Keberhasilan penyelenggaraan festival ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Panitia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Bank Indonesia, seluruh perangkat daerah, pondok pesantren, pelaku UMKM, dunia usaha, mitra pendukung, insan media, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan acara.

Dengan berakhirnya Festival Muharram 2026, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah sekaligus mewujudkan visi Bondowoso Berkah yang Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik.

Festival telah ditutup, namun semangat kolaborasi yang lahir dari momentum Muharram tahun ini diharapkan menjadi energi baru bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bondowoso.

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp