Bondowoso, sinar.co.id,- Setelah bertahun-tahun luput dari perhatian pemerintah, warga Dusun Panggang, Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, akhirnya memilih bergerak sendiri. Dengan semangat swadaya dan gotong royong, masyarakat melakukan perbaikan jalan sepanjang sekitar setengah kilometer yang selama ini menjadi akses utama dusun tersebut.
Perbaikan dilakukan dengan sistem rabat beton, dikerjakan secara mandiri oleh warga setempat. Inisiatif ini muncul karena kondisi jalan yang dinilai sudah terlalu lama rusak parah dan sulit dilalui, terlebih saat musim penghujan.
Salah satu pemuda Dusun Panggang, Muhammad Hendra, mengungkapkan bahwa gerakan swadaya tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama warga yang sudah lama resah dengan kondisi infrastruktur di wilayah mereka.
“Jangankan akses dusun yang kita perbaiki ini bahkan, akses jalan utama desapun juga rusak parah tidak bisa dilewati bisa hanya sepeda-sepeda tertentu untuk mobil sudah sangat sulit bisa lewat,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).
Menurut Hendra, saat musim hujan tiba, kondisi jalan semakin memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi jalur transportasi warga berubah fungsi layaknya aliran sungai, karena tergenang air dan berlumpur.
“Namun, upaya tambal sulam tersebut ya lagi-lagi tidak bertahan lama. Ini kondisi akses utama desa Kembang, apalagi jalan di dusun-dusunnya itu sangat prihatin sekali,” ucapnya.
Kondisi tersebut mendorong warga untuk tidak lagi menunggu bantuan. Gotong royong pun dilakukan demi mengembalikan fungsi jalan sebagai akses vital masyarakat.
“Untuk pendanaan sedikit banyaknya itu adalah murni masyarakat namun, lebih dominan ditopang oleh salah satu donatur yang enggan disebut namanya,” ujar Hendra.
Bertahun – Tahun Tak Tersentuh
Ia juga menyampaikan bahwa, sebelumnya warga sudah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah terkait, namun hingga kini belum ada realisasi yang jelas.
“Jadi sangat prihatin sekali. Kami berharap gerakan swadaya dan gotong royong warga untuk memperbagus jalan dan mengembalikan fungsinya ini, setidaknya lah untuk dapat diperhatikan terlebih infrastruktur jalan merupakan visi misi utama pemerintahan saat ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hendra menyoroti pentingnya kepekaan pemerintah terhadap persoalan warga di wilayah pinggiran. Ia menilai, perhatian pemerintah masih belum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Jangan pajak saja ditagih. Jadi pantas saja capaian PBB khususnya wilayah kecamatan Tlogosari paling rendah. Karena perhatian pemerintah memang tidak berdampak utamanya ke warga pinggiran seperti saya ini,” tukasnya.
Aksi swadaya warga Dusun Panggang ini menjadi potret nyata ketangguhan masyarakat desa dalam menjawab keterbatasan, sekaligus menjadi pengingat bahwa infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan mendesak yang menunggu kehadiran negara.












