Scroll untuk membaca artikel
Artikel

Agus Salim dan Misi Hijau Peternakan Berkelanjutan di Kecamatan Lekok

Redaksi
275
×

Agus Salim dan Misi Hijau Peternakan Berkelanjutan di Kecamatan Lekok

Sebarkan artikel ini
peternakan

Pasuruan, sinar.co.id,- Subsektor peternakan memiliki peran strategis dalam pembangunan perekonomian masyarakat pedesaan di Kabupaten Pasuruan.

Bagi peternak, usaha ternak merupakan sumber penghidupan utama yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Namun demikian, masih dijumpai sejumlah tantangan klasik, mulai dari rendahnya pengetahuan manajemen pemeliharaan, minimnya pengelolaan limbah ternak, hingga terbatasnya akses pelatihan.

Kondisi tersebut menyebabkan produktivitas dan nilai tambah usaha peternakan belum optimal.

Permasalahan limbah ternak menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian serius.

Limbah berupa feses padat dan urin cair sebagian besar belum dikelola dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Padahal, limbah ternak memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pupuk organik.

Baca Juga :   Pelatihan Merawat Senpi Kerja Bareng Lapas Jember dan Brimob Bondowoso

Pada tahun 2026, Universitas Islam Malang (Unisma) melalui Program Kandidat Magister Mengabdi menurunkan sedikitnya 30 kandidat magister peternakan untuk melaksanakan pendampingan dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu lokasi kegiatan berada di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Kecamatan Lekok sendiri memiliki potensi peternakan yang cukup besar, dengan populasi sapi potong sebanyak 3.530 ekor, sapi perah 15.018 ekor, domba 5.258 ekor, kambing 6.732 ekor, serta ayam broiler sekitar 50.000 ekor.

Dari jumlah tersebut, limbah kotoran sapi yang dihasilkan diperkirakan mencapai 3 kilogram per ekor per hari.

Secara keseluruhan, limbah kotoran sapi potong dan sapi perah di Kecamatan Lekok dapat mencapai 55,644 ton per hari, setara dengan muatan sekitar lima truk fuso pupuk subsidi.

Baca Juga :   Kaldera ljen Purba Lahirkan Si Bungsu Kawah Ijen Hingga, Legenda Darah Minak Jinggo

Peternakan Ala Agus Salim

Salah satu kandidat magister, Agus Salim (44), mendapatkan tugas pengabdian dengan topik “Peningkatan Kapasitas Peternak melalui Pengelolaan Limbah Ternak di Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan”.

Sebagai putra daerah Pasuruan, Agus mengaku terpanggil untuk membantu peternak mengelola limbah ternak yang melimpah.

Limbah diolah menggunakan decomposer bakteri menjadi kompos dengan waktu fermentasi relatif singkat, sekitar empat hari, yang selanjutnya diaplikasikan pada tanaman kacang tanah milik petani di sekitar kandang.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Camat Lekok, Sulhi, SE, serta Kepala Desa Rowogempol, Mukhamad Mustofa.

Kepala desa yang akrab disapa Pak Mad menyampaikan apresiasi dan berharap kegiatan magister mengabdi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Baca Juga :   Kisah Cinta Kyai Togo Ambarsari dan Perjuangannya

Pendampingan juga dibimbing oleh Dr. Ir. Umi Kalsum, M.P., dan Prof. Dr. Ir. H. Badat Muwakhid, M.P., IPM. Para pembimbing menekankan pentingnya pengelolaan limbah peternakan sebagai bagian dari penerapan Good Farming Practices dan pertanian berkelanjutan.

Ke depan, sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, akademisi, swasta melalui CSR, maupun perwakilan rakyat, diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas peternak dan menciptakan sistem peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp