Bondowoso, sinar.co.id,- Kisah asmara yang semestinya berakhir di pelaminan justru berubah menjadi polemik panas. Rencana pertunangan seorang gadis berinisial IA, warga Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, dikabarkan tertunda setelah muncul unggahan di media sosial Facebook yang dinilai mencemarkan nama baik dirinya dan keluarga.
Tak terima identitas serta kehormatan diri dan keluarganya dicemarkan ke ruang publik, IA akhirnya memilih menempuh jalur hukum. Pada Selasa (3/11/2026), ia mendatangi Polres Bondowoso untuk melaporkan pemegang atau pihak yang diduga mengendalikan akun Facebook bernama “Luckii E“.
IA mengaku, salah satu unggahan akun tersebut memuat fotonya, nama, hingga status anggota keluarganya disertai narasi yang menurutnya merupakan tuduhan tidak benar.
“Saya melapor karena postingan konsumsi publik yang mencantumkan foto, nama dan status keluarga saya itu benar-benar fitnah. Saya sendiri tak pernah berbuat seperti yang dituliskan,” ungkap IA.
Dugaan Latar Nama IA Dicemarkan
Persoalan ini disebut-sebut bermula dari rencana pertunangan IA dengan seorang pria bernama Luki. Keduanya dikabarkan tengah mempersiapkan pertunangan yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Namun, situasi berubah setelah akun Facebook “Luckii E” memunculkan foto dan identitas yang disebut-sebut berkaitan dengan calon tunangan IA.
Ketika diklarifikasi oleh pihak keluarga IA, Luki disebut tidak mengakui sebagai orang yang mengendalikan akun tersebut. Kondisi ini kemudian memunculkan tanda tanya mengenai siapa sebenarnya sosok di balik akun Facebook yang menjadi sumber polemik.
Diduga Ada Kecemburuan di Balik Kisruh Asmara
Di tengah persoalan tersebut, muncul dugaan adanya pihak ketiga yang tidak menginginkan hubungan IA dan Luki berlanjut ke jenjang pertunangan.
Berdasarkan keterangan seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan, terdapat dugaan bahwa akun tersebut dikendalikan oleh seorang perempuan berinisial MS, yang juga berasal dari kecamatan yang sama.
Sebelum ada wacana pertunangan, MS disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Luki. Warga tersebut menduga persoalan kecemburuan menjadi salah satu latar belakang munculnya unggahan yang menyeret nama IA dan keluarganya.
Dampak polemik ini rupanya tidak hanya menyentuh kehidupan pribadi IA. Rencana pertunangan yang sedianya berlangsung pada pekan ini akhirnya harus ditunda hingga persoalan tersebut menemukan titik terang.
Merasa Dirugikan, IA Siap Tempuh Jalur Hukum
Bagi IA, persoalan ini bukan sekadar konflik asmara atau kecemburuan biasa. Ia mengaku nama baik dirinya dan keluarga telah tercoreng akibat unggahan yang menurutnya tidak didukung fakta.
Bahkan, IA menyebut dirinya mengalami kerugian materiil. Sejumlah kolega bisnis diklaim membatalkan transaksi setelah polemik tersebut mencuat. Kondisi itu juga membuatnya merasa malu dan kesulitan menjalankan aktivitas seperti biasanya.
“Saya berharap pihak aparat penegak hukum dapat menjalankan proses hukum sebagaimana mestinya dan memberikan keadilan kepada saya sebagai korban,” harapnya.
Dalam laporan tersebut, IA turut menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pihak kepolisian. Di antaranya dokumentasi unggahan Facebook, tangkapan layar percakapan WhatsApp dari MS yang disebut berisi ancaman dan ditujukan kepada orang tuanya, serta keterangan saksi bernama Luki yang berstatus sebagai calon tunangannya.
Kini, persoalan yang berawal dari kisruh hubungan asmara itu telah memasuki ranah hukum. Benarkah ada kecemburuan dari MS yang menjadi pemicu tertundanya rencana pertunangan tersebut?
Jawabannya masih menunggu proses klarifikasi dan penyelidikan aparat penegak hukum.
Satu hal yang pasti, kisah cinta yang semula hendak dibawa menuju jenjang pertunangan kini justru diwarnai laporan polisi dan perseteruan dipicu dari dunia maya.












