Scroll untuk membaca artikel
Lainnya

Panduan Aplikasi Sealant pada Kaca, Beton, dan Material Logam

Redaksi
790
×

Panduan Aplikasi Sealant pada Kaca, Beton, dan Material Logam

Sebarkan artikel ini
Sealant

SINAR.CO.ID,- Sealant sering digunakan pada banyak jenis material dalam dunia konstruksi. Sebelum proses aplikasi dimulai, permukaan material perlu disiapkan dengan metode yang tepat. Dengan demikian, fungsi penyegelan dan daya rekat menjadi optimal.

Selain itu, proses setelah aplikasi juga perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas hasilnya. Panduan selengkapnya dapat dilihat dalam ulasan ini.

Persiapan Sebelum Aplikasi Sealant

Sebelum pengisi gap atau filler ini diaplikasikan, Anda perlu menyiapkan permukaan agar bebas dari kotoran, debu, karat, minyak, sisa material lama, dan lain sebagainya. Pastikan juga permukaan benar-benar kering. Bila tidak, aneka kondisi di bawah ini bisa terjadi:

  • Mudah Terkelupas

Filler perlu menempel ke permukaan secara langsung untuk memperkuat daya rekatnya. Namun, hal ini bisa terhalang jika masih ada kotoran yang tersisa. Alih-alih permukaan, pengisi gap justru menempel padanya.

Bila hal ini terjadi, pengisi gap akan mudah terkelupas. Bahkan, sedikit tarikan saja bisa membuatnya lepas.

  • Kebocoran

Pengisi gap yang tidak menempel secara sempurna juga menimbulkan celah kecil antara permukaan dengan material itu sendiri. Udara dan air bisa masuk ke dalam celah tersebut. Alhasil, kebocoran akan terjadi.

  • Munculnya Jamur dan Bakteri

Celah di antara filler dan permukaan bisa menjadi tempat bagi jamur serta bakteri untuk berkembang biak. Akibatnya, area sambungan akan cepat rusak dan menjadi kehitaman. Hal ini juga dapat membawa efek buruk bagi kesehatan.

  • Umur Pakai Menurun

Material ini dapat bertahan hingga waktu yang cukup lama. Namun, waktu tersebut bisa menurun karena kerusakan akibat permukaan tidak disiapkan dengan benar.

Baca Juga :   KAI Divre II Sumbar Uji Coba Kencangkan Pariaman Ekspres

Cara Aplikasi Sealant pada Kaca, Beton, dan Material Logam

Aplikasi filler membutuhkan metode berbeda, tergantung pada materialnya. Secara singkat, berikut cara yang bisa Anda perhatikan:

  • Kaca

Kaca mempunyai permukaan yang sangat halus karena memiliki pori yang sangat kecil. Bahkan secara umum, kaca sering disebut sebagai non-porous atau tidak berpori. Selain itu, material ini juga peka terhadap perubahan suhu sehingga mudah memuai.

Filler khusus dibutuhkan agar bisa merekat sempurna dengan karakter tersebut. Lalu, material tersebut bisa ditembakkan menggunakan caulking gun dengan sudut 45 derajat. Dorong gun tersebut alih-alih menariknya agar sambungan bisa terisi sempurna.

  • Beton

Berbeda dengan kaca, beton memiliki permukaan sangat berpori atau porous. Selain itu, debu halus mudah lepas dari permukaan tersebut. Tingkat pergerakan strukturalnya pun cukup tinggi.

Pada beton baru, tunggu sekitar 30 hari setelah pekerjaan saat strukturnya benar-benar mengering. Hal ini tidak perlu dilakukan pada beton lama. Setelah benar-benar bersih, aplikasikan primer terlebih dahulu agar filler tidak menempel pada debu.

Jika celah pada beton terlalu dalam, backrod dapat digunakan agar pengisi gap tidak perlu menyentuh dasarnya saat diaplikasikan. Dengan demikian, material tersebut mampu menempel secara lebih kuat dan penggunaannya bisa dihemat.

Baca Juga :   Toyo, Sapi Simmental Bondowoso, Taklukkan 170 Rival dan Juara Kontes Sapi Blitar 2026

Setelah itu, gun berisi filler dapat langsung diaplikasikan dengan cara yang sama, yaitu didorong dalam sudut 45 derajat.

  • Logam

Logam memiliki permukaan yang cenderung halus. Namun perlu diingat bahwa material tersebut sangat rentan terhadap korosi. Selain itu, logam juga mudah memuai dan menyusut saat terjadi perubahan suhu.

Filler tanpa kandungan asam yang bisa menyebabkan karat dibutuhkan untuk material ini. Selain itu, pengisi gap tersebut juga harus bisa mengakomodasi muai-susutnya, terutama bila terpapar lingkungan dengan perubahan suhu ekstrem.

Logam bisa dibersihkan dengan isopropil alkohol agar bebas dari berbagai kotoran dan karat. Beberapa jenis logam bisa diberi primer dulu untuk mendukung daya rekat filler. Lalu, berikan filler dengan mendorongnya pada sudut 45 derajat seperti biasa.

Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Aplikasi 

Proses akhir setelah aplikasi tak kalah penting untuk diperhatikan untuk menjaga kualitas filler. Secara umum, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Finishing

Setelah pengisi gap ditembakkan, segeralah untuk meratakan permukaan dengan alat khusus, seperti tooling spatula. Proses ini bisa membuat hasil akhir menjadi terlihat rapi serta estetik.

  • Curing Time

Filler tidak langsung kering setelah diaplikasikan. Biarkan material tersebut mengering secara sempurna dalam waktu 24 sampai 48 jam. Sebisa mungkin, jaga sirkulasi udara agar proses pengeringan berjalan maksimal.

  • Hindari Beban dan Paparan

Selama pengisi gap belum mengering secara total, jaga area tersebut agar tidak terkena beban mekanis dan paparan sinar matahari maupun komponen lainnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga proses kimiawinya.

Baca Juga :   PHE Terapkan Strategi Sinergi Operasi Tingkatkan Produksi Migas

Memilih Sealant yang Tepat

Persiapan, aplikasi, dan proses setelahnya berguna untuk memaksimalkan fungsi filler. Melewati atau melakukannya secara asal-asalan dapat menimbulkan kerusakan berulang di masa mendatang. Maka dari itu, langkah-langkahnya perlu diperhatikan.

Pemilihan filler yang tepat dan berkualitas juga tidak kalah penting. Salah satu contohnya adalah Sikaflex®-11 FC+ yang memiliki emisi sangat rendah dengan daya tahan cukup baik terhadap cuaca serta beban mekanis.

Kapabilitas pergerakan filler ini mencapai sekitar 35% dan bisa merekat pada substrat tertentu tanpa surface pre-treatment. Menariknya, pengisi gap dengan tanda CE ini bisa digunakan untuk merekatkan aneka material konstruksi ringan.

Kualitas Sika sudah terbukti selama 115 tahun dalam aneka proyek. Salah satunya adalah Rumah Gajah Kaeng Krachan di Kebun Binatang Zurich. Sika juga pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia untuk berbagai keperluan proyek.

Pemilihan dan penggunaan sealant yang tepat akan membuat hasil menjadi lebih optimal serta tahan lama. Hubungi tim progesional sika untuk rekomendasi dan konsultasi lebih lanjut.

 

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp