Bondowoso, sinar.co.id,- Menunggu obat di rumah sakit kini tak harus selalu identik dengan antrean panjang dan ketidakpastian. RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso menghadirkan inovasi Cek dan Layanan Antrean (CEKATAN) untuk memberikan kemudahan kepada pasien dalam memantau progres layanan obat secara lebih praktis.
Inovasi tersebut dipaparkan dalam rapat kerja (raker) di Command Center Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Bondowoso, jajaran direksi RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso, serta tim inovator dan penilai dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur serta akademisi.
Paparan tersebut bertujuan untuk kelengkapan syarat kompetisi dalam momentum Jagad Inovasi Award Tahun 2026 dimana RSUD Bondowoso saat ini masuk dalam 90 besar dari Kategori I Jatim.
Adapun sistematika presentasi meliputi paparan peserta dan video selama 15 menit, sesi tanya jawab selama 10 menit dan peserta diharap menyediakan Softcopy materi presentasi untuk dewan juri.
Direktur RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priatna, mengatakan CEKATAN dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap informasi layanan obat yang cepat, mudah, dan transparan.
“Alhamdulillah, tadi sudah kita paparkan kepada tim penilai dan responsnya cukup positif karena inovasi ini sangat membantu masyarakat dalam mengetahui progres layanan antrean obat,” ujar dr. Yus.
Fungsi Inovasi CEKATAN
Melalui CEKATAN, pasien tidak perlu terus-menerus berada di sekitar loket farmasi hanya untuk memastikan apakah obat yang diresepkan sudah selesai diproses.
Sistem tersebut memungkinkan pasien mengetahui progres obat mulai dari diterima di loket hingga siap diserahkan kepada pasien. Dengan demikian, ketika proses penyiapan obat masih berlangsung, pasien dapat memanfaatkan waktu untuk keperluan lain tanpa kehilangan informasi mengenai antreannya.
“Pasien bisa mengetahui obatnya sudah selesai meskipun sedang berada di luar rumah sakit,” jelasnya.
Kemudahan itu semakin diperkuat dengan pemanfaatan barcode yang terintegrasi dengan aplikasi internal RSU dr. H. Koesnadi. Pasien dapat melakukan pemindaian barcode untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan layanan obatnya.
Menariknya, aplikasi tersebut merupakan hasil pengembangan internal rumah sakit. Artinya, CEKATAN bukan sekadar mengadopsi teknologi yang sudah tersedia, tetapi lahir dari upaya RSU dr. H. Koesnadi untuk menjawab persoalan pelayanan yang dihadapi secara langsung di lapangan.
Untuk saat ini, akses aplikasi CEKATAN masih diperuntukkan bagi layanan di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso.
Menurut dr. Yus, kehadiran CEKATAN diharapkan tidak hanya mempercepat alur informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman pelayanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
“Inovasi ini bermanfaat bagi masyarakat karena bisa mempermudah dan memberikan kenyamanan dalam pelayanan,” tuturnya.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin mengedepankan kecepatan dan keterbukaan informasi, CEKATAN menjadi salah satu langkah RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso dalam mengubah pola layanan konvensional menuju pelayanan berbasis teknologi.
Bukan sekadar soal antrean, CEKATAN membawa pesan sederhana: pasien berhak tahu sudah sejauh mana layanan yang sedang diterimanya.












