Bondowoso, sinar.co.id,- Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso mengevaluasi pelaksanaan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) sepanjang 2026. Evaluasi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang P2P yang berlangsung di Bondowoso, Rabu (16/9/2026).
Rakor yang diikuti jajaran Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, dan pengelola program itu membahas sejumlah indikator, mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, imunisasi, surveilans, hingga program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Asisten I Sekretariat Daerah Bondowoso, Solikin, menilai bidang P2P memiliki peran penting karena mengampu enam dari 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan, yakni pelayanan bagi terduga TB, penderita HIV, ODGJ, diabetes melitus, hipertensi, dan kelompok usia produktif.
“Kalau kita cermati, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap beberapa program kesehatan. Karena itu, dibutuhkan kerja sama lintas program dan lintas sektor untuk menyelesaikannya,” ujar Solikin.
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moch Jasin, mengatakan rakor menjadi forum untuk melihat perkembangan program secara menyeluruh sekaligus menentukan langkah penguatan hingga akhir tahun.
Evaluasi Penyakit
“Rakor ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program-program prioritas yang berkaitan dengan penyakit menular, penyakit tidak menular, sampai peningkatan cakupan imunisasi,” kata Jasin.
Dari sisi penyakit menular, pengendalian demam berdarah disebut menunjukkan perkembangan dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara kasus leptospirosis hingga kini tercatat tujuh kasus.
Penemuan kasus HIV juga menjadi perhatian. Hingga Agustus 2026, tercatat 69 kasus yang ditemukan, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 150 kasus positif yang ditemukan.
Pada sektor penyakit tidak menular, pelaksanaan CKG justru menunjukkan peningkatan. Cakupannya kini mencapai 38 persen dari target 46 persen. Jasin menyebut pelayanan di luar gedung menjadi salah satu strategi yang mendorong kenaikan tersebut.
“Upaya memberikan pelayanan di luar gedung memberikan hasil yang luar biasa. Sebelum kita bergerak, capaian Cek Kesehatan Gratis berada di angka 20 persen. Sekarang sudah mencapai 38 persen dari target total 46 persen,” ujarnya.
Hasil CKG banyak menemukan persoalan kesehatan seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar tenaga kesehatan untuk memberikan penanganan serta pelayanan lanjutan.
Di sisi lain, cakupan imunisasi masih menjadi pekerjaan rumah. Penguatan edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan penerimaan terhadap imunisasi dan mencegah kembali munculnya penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
“Imunisasi telah melalui proses penelitian yang panjang. Kalau ada demam setelah imunisasi, itu merupakan reaksi yang umum terjadi dan tenaga kesehatan juga sudah menyiapkan langkah penanganannya,” terang Jasin.
Melalui Rakor P2P 2026, Dinas Kesehatan Bondowoso mendorong agar hasil evaluasi tidak sekadar menjadi catatan capaian, tetapi ditindaklanjuti melalui penguatan program, koordinasi lintas sektor, serta peningkatan keterlibatan masyarakat hingga penghujung 2026.












