Bondowoso, sinar.co.id,- Antusiasme masyarakat mencari pekerjaan terlihat memadati pelaksanaan Bondowoso Job Fair 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan TK).
Kegiatan yang berlangsung di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Tangsil Kulon, Kecamatan Tenggarang, Kamis (30/7/2026), menghadirkan 40 perusahaan dengan total 1.224 lowongan pekerjaan.
Job fair tahun ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Bondowoso.
Mewakili Kepala DPMPTSP dan TK Bondowoso, Eko Agus Wahyudi, SE, Kepala Bidang Tenaga Kerja, mengatakan jumlah pelamar pada penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan momentum kelulusan siswa SMA, SMK, Madrasah Aliyah, hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
“Harapan kami, semakin banyak pencari kerja yang terserap oleh perusahaan sehingga angka pengangguran di Bondowoso terus menurun,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain menggelar job fair, pemerintah daerah juga terus menghadirkan berbagai program pelatihan kerja guna meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat agar lebih siap bersaing di dunia kerja.
Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bondowoso pada 2025 berhasil ditekan hingga mencapai 2,55 persen. Meski demikian, pemerintah masih mencatat sekitar 12.500 warga yang membutuhkan pekerjaan.
Menurut Hamid, mayoritas pencari kerja berasal dari kalangan lulusan SMA, SMK, Madrasah Aliyah (MA), hingga perguruan tinggi. Karena itu, pemerintah terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha untuk memperluas peluang kerja bagi masyarakat.
“Penurunan ini adalah bukti bahwa kolaborasi kita membuahkan hasil. Namun, kita jangan cepat berpuas diri,” kata Hamid dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa penurunan angka pengangguran bukan menjadi alasan untuk mengendurkan upaya penciptaan lapangan kerja. Sebaliknya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan terus membuka ruang seluas-luasnya bagi investasi yang mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.
Job Fair Kemudahan Investor Orientasi Kesejahteraan
Pemkab Bondowoso, lanjutnya, siap memberikan kemudahan bagi para investor yang ingin menanamkan modal. Namun, investasi yang masuk harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Investasi yang masuk ke Bondowoso harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal,” tegasnya.
Melalui Bondowoso Job Fair 2026, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka. Di sisi lain, dunia usaha juga mendapatkan tenaga kerja yang siap pakai sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara pencari kerja, perusahaan, dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bondowoso.
https://www.tiktok.com/@sinar.co.id












