Scroll untuk membaca artikel
Pendidikan

Battle Sound Jadi Panggung Kreativitas, SMKN 1 Sumberwringin

Redaksi
445
×

Battle Sound Jadi Panggung Kreativitas, SMKN 1 Sumberwringin

Sebarkan artikel ini
Battle Sound

Bondowoso, sinar.co.id,- Suara dentuman bass dan racikan audio berkualitas menggema di lingkungan SMKN 1 Sumberwringin, Kamis (11/6/2026). Namun, yang berlangsung bukan konser musik, melainkan Battle Sound Mini Competition, sebuah kompetisi yang menjadikan classmeeting pasca Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) sebagai panggung pembuktian kreativitas dan keterampilan siswa.

Alih-alih mengisi waktu luang dengan kegiatan biasa, sekolah vokasi ini memilih menghadirkan kompetisi berbasis minat dan bakat yang memberi pengalaman nyata kepada peserta. Sebelum battle dimulai, siswa juga mengikuti permainan tradisional Gobak Sodor sebagai upaya menanamkan sportivitas, kerja sama, dan semangat kebersamaan.

Tim Battle Sound

Sebanyak lima tim tampil membawa konsep dan karakter audio masing-masing yakni, Rehan Audio dari X ATPH, Malboro Audio dari X DKV, FH Pro Audio dari XI ATPH, Perintis Audio dari XI DKV A, serta Surya Dinata Audio dari XI DKV B.

Baca Juga :   WAJIB Tahu! Cabdin Jember-Lumajang Tekankan Kerja Sama SMK-DUDIKA Jadi ‘Budaya’, Kunci Lulusan Siap Kerja

Mereka bersaing menunjukkan kemampuan dalam merancang instalasi, mengatur kualitas suara, hingga menyajikan performa terbaik di hadapan dewan juri.

Kompetisi dinilai oleh tiga juri yang terdiri atas Iwan Purwanto, S.P., Abdussalam, S.Pd., dan praktisi sound system profesional Dany Malik. Penilaian mencakup kualitas audio, kreativitas konsep, kerapian instalasi, serta kekompakan tim selama proses battle berlangsung.

Koordinator kegiatan, Abdussalam, S.Pd., mengatakan bahwa classmeeting dirancang sebagai ruang produktif setelah siswa menyelesaikan ujian. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana belajar yang menghubungkan teori dengan praktik lapangan.

Baca Juga :   Karomah Togo Ambarsari Nampak Sejak Nyantri

“Melalui perakitan sound system, siswa belajar tentang instalasi kelistrikan, akustik, manajemen panggung, hingga pentingnya koordinasi dalam sebuah tim. Pengalaman seperti ini sulit diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Sumberwringin, Sugiono, M.Pd., menilai kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata keterampilan abad ke-21 atau 4C, yakni kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis.

“Battle ini bukan sekadar kompetisi, tetapi proses pembelajaran. Siswa ditantang menyelesaikan persoalan teknis, berkolaborasi, menyampaikan ide, dan mengambil keputusan secara cepat ketika menghadapi kendala di lapangan,” katanya.

Baca Juga :   Cegah Narkoba dan Miras, Cabdin dan Kasat Binmas Jember Gelar Seminar ‘Gali Potensi’, Targetkan Siswa SMA/SMK/MA Jadi Inovatif

Ia juga berharap kegiatan semacam ini mampu memperkuat citra sekolah sebagai tempat berkembangnya potensi peserta didik. Dengan memberikan ruang bagi setiap bakat dan passion, sekolah ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Melalui agenda classmeeting yang inovatif, SMKN 1 Sumberwringin terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga portofolio, soft skill, serta rasa percaya diri untuk bersaing di masa depan.

 

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp