Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Sejumlah Dapur MBG Terpaksa Suspend, Efek Domino di Balik Gonjang-Ganjing BGN

Redaksi
719
×

Sejumlah Dapur MBG Terpaksa Suspend, Efek Domino di Balik Gonjang-Ganjing BGN

Sebarkan artikel ini
suspend
kr-red

Bondowoso, sinar.co.id,- Gejolak dan efek domino yang melanda Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menimbulkan dampak di lapangan termasuk suspend Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di tengah pergantian pucuk pimpinan lembaga tersebut dan munculnya berbagai persoalan di tingkat pusat, sejumlah SPPG di berbagai daerah dilaporkan menghentikan operasional sementara atau berstatus suspend akibat terkendala pendanaan operasional.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi andalan pemerintah mulai menghadapi hambatan serius di tingkat pelaksana?

Kepala Dapur SPPG Tegal Pasir, Achmad Riansyah, mengungkapkan bahwa penghentian sementara operasional bukan disebabkan oleh minimnya kesiapan dapur maupun sumber daya manusia, melainkan karena dana operasional dari pusat yang belum masuk ke rekening virtual account (VA) yang digunakan untuk menjalankan program.

Baca Juga :   Euforia Penerbangan Jember-Jakarta: Mandiri atau Masih Disangga Pemda?

“Karena bantuan dari pusat belum cair, sementara saldo yang masih tersisa di virtual account tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan operasional dapur. Atas kondisi itu, kami mendapatkan arahan dari koordinator wilayah untuk menghentikan sementara kegiatan operasional sampai ada kepastian lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut Achmad, mekanisme pendanaan MBG saat ini menggunakan sistem auto top-up pada virtual account masing-masing dapur. Selama saldo yang tersedia masih mencukupi, dapur dapat terus beroperasi. Namun ketika saldo berada pada titik yang tidak lagi mampu menopang kebutuhan harian, operasional harus dihentikan.

“Setiap dapur memiliki besaran saldo yang berbeda. Jika dana masih cukup, mereka tetap bisa berjalan. Tetapi ketika saldo tidak mencukupi, dapur harus suspend karena saat ini tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem auto top-up memungkinkan pengisian kembali dana ketika saldo virtual account telah berada di bawah ambang batas tertentu. Namun hingga kini, proses pengisian tersebut belum seluruhnya terealisasi sehingga beberapa dapur memilih menghentikan pelayanan sementara.

Baca Juga :   Moh Faozi Satu-Satunya Kades di Bondowoso Lolos PJA 2024

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran karena program MBG menyasar ribuan penerima manfaat, terutama siswa sekolah dan kelompok rentan yang setiap harinya bergantung pada distribusi makanan bergizi dari dapur-dapur tersebut.

Tidak Semua SPPG Terdampak Suspend

Meski demikian, Koordinator Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menegaskan bahwa kondisi suspend tidak terjadi secara menyeluruh.

“Tidak semua SPPG mengalami suspend. Hanya dapur yang memang mendapatkan status suspend yang menghentikan sementara operasional. Mereka akan kembali beroperasi setelah ada surat pencabutan suspend dari BGN,” tegas Mila.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa seluruh dapur MBG di Indonesia khususnya di Bondowosk berhenti beroperasi. Namun fakta bahwa sejumlah dapur telah menghentikan layanan tetap menjadi sinyal adanya persoalan yang perlu segera diselesaikan agar program strategis nasional tersebut tidak kehilangan momentum.

Baca Juga :   DPR Harus Berubah! Reformasi Transparansi dan Akuntabilitas Sekarang

Di tengah tingginya harapan masyarakat terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, publik kini menunggu langkah cepat pemerintah pusat untuk memastikan aliran pendanaan kembali normal. Sebab ketika dapur berhenti berasap, yang terdampak bukan hanya penyelenggara program, melainkan juga ribuan penerima manfaat yang menantikan makanan bergizi setiap harinya.

Apakah suspend ini hanya gangguan administratif sementara, atau menjadi tanda adanya persoalan yang lebih besar dalam tata kelola program MBG? Waktu yang akan menjawab.

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp