Bondowoso, sinar.co.id,- Perjalanan pulang kuliah yang seharusnya biasa saja berubah menjadi malam penuh trauma bagi Aurel Aulia Faramesti, mahasiswi asal Desa Jetis, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso. Ia diduga menjadi korban percobaan begal saat melintas di jalan sepi Desa Pancoran, Kamis malam (21/5/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, di area pertigaan dekat SDN Pancoran 3 yang dikenal minim penerangan. Saat itu, Aurel pulang sendirian dari Jember menuju rumahnya di Bondowoso.
“Setengah delapan kejadian. Masih belum terlalu malam,” ujar Aurel saat ditemui di kediamannya, Jumat (22/5/2026).
Menurut pengakuannya, jalur tersebut sebenarnya sering ia lewati. Karena merasa waktu belum terlalu larut, ia memilih tetap melintas meski kondisi mulai sepi. Awalnya jalan masih tampak ramai kendaraan. Namun suasana berubah ketika ia memasuki area gelap tanpa lampu penerangan.
“Tapi saya pelan-pelan tadi malam itu,” katanya.
Kronologi Dugaan Begal
Di tengah perjalanan, sebuah sepeda motor melaju kencang dan menyalipnya. Sesaat sebelum memasuki tikungan terakhir dekat lokasi kejadian, seseorang tiba-tiba mendekat dari sisi kanan dan langsung memukul bagian kepalanya.
“Itu ada kayak mepet banget di kanan saya. Langsung ngukul,” ungkapnya.
Beruntung Aurel mengenakan helm full face sehingga pukulan tersebut tidak menyebabkan luka serius di wajah. Namun akibat serangan mendadak itu, ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari motor.
Dalam kondisi panik, Aurel spontan berlari menjauh tanpa sempat berteriak meminta tolong. Namun beberapa langkah kemudian, tas selempang yang dibawanya tiba-tiba ditarik dari belakang oleh pelaku.
“Nah karena udah ditarik, baru saya teriak,” katanya.
Korban kembali terjatuh sambil berusaha mempertahankan tas yang berisi dua telepon genggam, dompet, dan kunci motor. Teriakan Aurel akhirnya didengar warga sekitar. Diduga panik karena warga mulai berdatangan, pelaku langsung melarikan diri tanpa berhasil membawa barang korban.
Akibat kejadian tersebut, Aurel mengalami luka lecet di lutut dan tangan. Bahkan kuku jari kaki kanannya dilaporkan lepas akibat terjatuh di jalan aspal.
Kini, trauma masih membekas di benaknya. Ia mengaku kapok melintasi jalur tersebut pada malam hari.
“Gelap banget. Enggak ada lampu sama sekali di coklatan itu,” pungkasnya.
Peristiwa ini pun cepat menyebar di media sosial dan grup WhatsApp warga Bondowoso. Dalam sejumlah status yang beredar, warga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di kawasan pertigaan SDN Pancoran 3.
“Hati-hati ya, barusan ada begal di pertigaan SD Pancoran 3. Korban anak perempuan, anak Jetis pulang dari kuliah dipentung sampai terjatuh. Tapi alhamdulillah korban selamat dan berhasil kabur ke rumah minta tolong,” tulis salah satu status WhatsApp warga yang viral.
Hanan, perangkat Desa Jetis, membenarkan bahwa korban merupakan warganya yang tinggal di RT 12 RW 05.
“Kejadiannya sekitar setengah jam lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi usai peristiwa terjadi.
Ia menyebut korban kini sudah berada di rumah bersama keluarga dan mengalami luka lecet di bagian lutut serta tangan.
Sementara itu, aparat kepolisian mengaku masih melakukan pendalaman terkait dugaan percobaan begal tersebut.
Kasat Reskrim Iptu Wawan Triono mengatakan pihaknya tengah memastikan kronologi dan kebenaran informasi yang beredar.
“Lagi dipastikan,” katanya singkat.
Sedangkan Waka Polsek Kota Bondowoso, Iptu I Kadek Suantana menyebut petugas langsung menuju lokasi usai menerima laporan warga.
“Menuju lokasi,” pungkasnya.












