Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Transformasi Posyandu 6 SPM Menguat di Bondowoso, Layanan Terpadu Kian Dekat ke Warga

Redaksi
334
×

Transformasi Posyandu 6 SPM Menguat di Bondowoso, Layanan Terpadu Kian Dekat ke Warga

Sebarkan artikel ini
posyandu

Bondowoso, sinar.co.id,- Peringatan Hari Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Nasional 2026 di Desa Tegalampel, Kecamatan Tegalampel, menjadi titik tekan penting perubahan wajah layanan dasar masyarakat. Mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM)”, kegiatan ini tak sekadar seremonial, melainkan langkah konkret menghadirkan layanan terpadu yang lebih dekat, inklusif, dan menyentuh seluruh lapisan warga.

Bertempat di kantor desa, kegiatan digelar dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat. Transformasi ini mengintegrasikan enam sektor layanan dasar: kesehatan, pendidikan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, pekerjaan umum, serta perumahan dan permukiman.

Baca Juga :   Malam Idul Qurban, Satu Rumah dan 4 Motor Warga Pujer, Hangus Terbakar

Ketua Pembina Posyandu Bondowoso, Khodijatul Qodriyah Hamid, menegaskan bahwa kunci keberhasilan transformasi terletak pada kesepahaman masyarakat.

“Sosialisasi itu penting agar masyarakat merasa ini kebutuhan, bukan paksaan,” ujarnya, Rabu (29/04/2026).

Paradigma Posyandu

Ia menilai, perubahan paradigma Pos Pelayanan Terpadu dari layanan parsial menjadi holistik sudah mulai dirasakan. Antusiasme warga Tegalampel menjadi indikator kuat—mulai dari balita hingga lansia hadir memanfaatkan layanan.

Baca Juga :   Air Meluap ke Jalan Raya Ganding Meski Kemarau, Pihak Pemkab Belum Ada Perhatian Khusus

“Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi bagaimana membangun generasi berkualitas secara menyeluruh,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moh. Jasin, mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin anak sebagai bagian dari pengawasan tumbuh kembang.

“Anak harus diperiksa secara berkala, baik saat sakit maupun sehat. Ini investasi masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Bondowoso, Mahfud Junaedi, menyebut program ini sebagai implementasi kebijakan nasional yang mulai dijalankan sejak 2025 dan diperluas pada 2026.

“Hari ini kita jalankan enam SPM sekaligus. Ini bentuk nyata pelayanan dasar yang terintegrasi,” katanya.

Baca Juga :   Cooking Class P5 Tumbuhkan Kreativitas Pelajar SDN Dabasah 3 Bondowoso

Pemkab Bondowoso juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pemetaan kebutuhan tiap desa, termasuk wilayah terpencil, guna memastikan layanan menjangkau seluruh masyarakat secara merata.

Transformasi ini menandai babak baru posyandu: bukan lagi sekadar tempat timbang balita, melainkan pusat layanan terpadu yang menjadi fondasi lahirnya generasi sehat, kuat, dan berkualitas.

 

https://www.tiktok.com/@sinar.co.id/

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp