Bondowoso, sinar.co.id,– Suasana hangat namun penuh makna menyelimuti acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso yang digelar di Javanoa Resto Hotel Ijen View, Selasa malam (28/04/2026). Momentum ini menandai peralihan kepemimpinan dari Dzakiyul Fikri, S.H., M.H. kepada pejabat baru, Dr. David Palapa Duarsa, S.H., M.H.
Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso serta sejumlah tamu undangan dari berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penegakan hukum di daerah.
Komitmen Usai Pisah Sambut
Dalam sambutannya, David Palapa Duarsa yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menuntaskan berbagai pekerjaan rumah yang telah berjalan di Bondowoso. Ia menekankan pentingnya tidak meninggalkan beban perkara menjadi tunggakan.
“Yang sudah berjalan akan kami selesaikan terlebih dahulu. Jangan sampai ada yang tertunda. Secara umum, penanganan perkara di Bondowoso sudah berjalan sesuai koridor, meskipun ada tantangan, terutama dalam hal perhitungan kerugian negara,” ujarnya.
David mengakui, kendala teknis seperti lamanya proses perhitungan dari lembaga terkait menjadi salah satu hambatan. Namun, ia memastikan pihaknya akan proaktif melakukan koordinasi untuk mempercepat proses tersebut.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya penguatan sinergi antar unsur Forkopimda. Menurutnya, kemajuan Bondowoso tidak mungkin tercapai jika masing-masing institusi berjalan sendiri-sendiri.
“Soliditas dan profesionalitas antar aparat penegak hukum harus dijaga. Ketika ada persoalan hukum, harus diselesaikan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Dzakiyul Fikri yang kini mendapat amanah baru sebagai Asisten Pemulihan Aset pada Kejati Jawa Tengah, menyampaikan refleksi selama 2 tahun 6 bulan bertugas di Bondowoso. Ia mengakui masih banyak persoalan yang perlu pembenahan, namun berbagai upaya telah dilakukan secara maksimal.
“Kami hadir tidak hanya untuk penindakan, tapi juga memberikan pendampingan. Penindakan adalah langkah terakhir. Yang utama adalah kolaborasi demi kebaikan Bondowoso,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang objektif dan berbasis data. Menurutnya, sinergi yang telah terjalin dengan insan pers selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung transparansi kinerja kejaksaan.
Dalam penanganan kasus, khususnya terkait lahan, Dzakiyul mengedepankan pendekatan persuasif dengan tetap memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat. Langkah tersebut bahkan membuahkan sejumlah apresiasi di tingkat nasional.
Ia berharap program dan tugas yang belum tuntas dapat dilanjutkan oleh pejabat baru tanpa intervensi, serta yakin kepemimpinan yang baru mampu menjalankan amanah dengan baik.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi babak baru bagi Kejari Bondowoso. Dengan komitmen keberlanjutan dan penguatan sinergi, publik menaruh harapan besar agar penegakan hukum di daerah ini semakin tegas, transparan, dan berkeadilan.












