Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Gas Pol! Curahdami Pacu Lunas PBB-P2 Lebih Cepat, Bonus & Studi Banding Jadi Daya Tarik

Redaksi
400
×

Gas Pol! Curahdami Pacu Lunas PBB-P2 Lebih Cepat, Bonus & Studi Banding Jadi Daya Tarik

Sebarkan artikel ini
curahdami

Bondowoso, sinar.co.id,- Pemerintah Kecamatan Curahdami tancap gas mendorong kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan cara yang tak biasa. Bukan sekadar imbauan, kali ini ada “hadiah” nyata: bonus hingga kesempatan studi banding ke Kota Malang bagi desa berprestasi.

Target dan Semangat Curahdami

Camat Curahdami, Guruh Purnama Putra, menegaskan bahwa desa yang mampu melunasi PBB-P2 lebih awal, khususnya pada Juni 2026, akan mendapat apresiasi khusus. Bahkan, dua desa dengan capaian terbaik bakal diajak studi banding sebagai bentuk motivasi peningkatan kinerja.

Baca Juga :   Maksa Daki 3 Gunung Berpunggung Naga Bondowoso, Siap-siap Diseret ke Ranah Hukum

“Ini bukan sekadar target, tapi soal semangat bersama. Desa yang cepat dan optimal akan kami beri penghargaan,” ujarnya saat sosialisasi PBB-P2 bersama Bapenda Bondowoso.

Langkah ini bukan tanpa dasar. Pada 2025, realisasi PBB-P2 Curahdami sudah menyentuh angka 91,63 persen. Tahun ini, targetnya naik sempurna: 100 persen. Peran kepala desa pun menjadi kunci, termasuk di Desa Poncogati yang kini dipimpin pelaksana tugas kepala desa.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga menghadirkan gebrakan baru: digitalisasi PBB-P2. Sistem ini membuat pembayaran pajak jauh lebih praktis, transparan, dan aman.

Baca Juga :   Pengawasan PBJT Restoran Diperkuat, Dorong Transaksi Non Tunai di Bondowoso

Asisten III Setda Bondowoso, Hadiah Yuliati, menyebut masyarakat kini cukup mengakses portal pajak daerah untuk melihat tagihan hingga tunggakan. Pembayaran pun bisa dilakukan lewat berbagai platform digital seperti QRIS, GoPay, Tokopedia, hingga gerai ritel modern.

“Semua transaksi langsung tercatat dan masuk ke kas daerah. Tidak ada lagi celah kebocoran,” tegasnya.

Data tahun lalu menunjukkan realisasi PBB-P2 Bondowoso masih di kisaran 74 persen atau sekitar Rp17 miliar. Sementara pada 2026, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dipatok mencapai Rp330 miliar.

Baca Juga :   Drive Thru Diterapkan, Ribuan Warga Terima Daging Kurban 30 Tahun Al-Ishlah

Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, menekankan pentingnya peran desa sebagai ujung tombak. Distribusi SPPT yang tepat waktu serta edukasi kepada masyarakat dinilai krusial untuk mendongkrak capaian.

Dengan kombinasi strategi insentif dan digitalisasi, Curahdami optimistis mampu melampaui target. Kini, bayar pajak bukan lagi beban—tapi peluang berprestasi.

 

tiktok.com/@sinar.co.id

 

Ikuti juga update berita terbaru sinar.co.id di Google News

Bergabung di saluran berita sinar.co.id di saluran WhatsApp